Peneliti Ini Tetap Yakin Pulau Bawean Negara Atlantis Yang Hilang

Beritabawean.com - Teka teki keberadaan negara atlantis hingga kini memang belum terpecahkan. Negara kaya raya yang diyakini sebagai pusat perdapan dunia baik dari segi kekayaan alam budaya, dan keilmuan ini memang selalu menarik untuk di perbincangkan.

Kata Atlantis berasal dari kata Sanskrit Atala, yang punya arti Syurga, dalam gambarannya negara atlantis di gambarkan negara yang penuh dengan kedamaian dan kemakmuran. tanahnya subur, kaya raya, terdapat banyak sungai. Negara ini kemudian hilang karena letusan gunung yang bersamaan gempa dan tsunami.



Bebearapa ilmuwan berbeda pendapat tentang keberadaan negara atlantis ini. Negara atlantis ini pertama kali di bahas oleh Plato dalam bukunya Timaeus dan Critias. dalam cacatannya Plato menyebutkan ciri ciri tenang negara atlantis ini dengan lengkap pada tahun 360 SM.

Menurut Plato Atlantis merupakan daratan yang di kelilingi banyak gunung yang indah, besar dan kecil yang identik dengan Pegunungan Muller Schwaner dan Meratus, menurut Plato, daratan Atlantis menghadap ke selatan dan terlindung di sebelah utara, berbentuk persegi dan lonjong sepanjang sekira 555 kilometer dan lebarnya 370 kilometer.


Pakar Hidrologi Indonesia Dhani Irwanto salah satu peneliti tentang Atlantis sampai saat ini meyakini bahwa negara Antalantis yang hilang yang digambarkan oleh Plato itu berada di pulau Bawean. "Atlantis diperkirakan berada di atas Pulau Bawean. Ini sesuai dengan ciri-ciri yang disebutkan Plato, bahwa Atlantis terletak dalam sebuah selat yang memiliki pelabuhan," ungkapnya seperti dikutip dari Jawapos.

Di menyebutkan pulau Bawean memiliki kemiripin hingga 95% dengan Atlantis, baik dari segi formasi geologi, kegiatan tektoni dan lingkungannya. Dia mengantongi 60 bukti untuk mendukung pernyataanya ini.

“Pulau Bawean dekat dengan lokasi hipotesia saya. Jarak antara lokasi dengan Pulau Bawean berjarak 150 kilometer. Di Pulau Bawean juga temukan baru merah, hitam, dan putih, seperti cerita Plato,” kata insinyur teknik sipil Universitas Gadjah Mada lulusan 1987 itu.

Namun dia mengaku hingga saat ini belum membuktikan secara langsung keberadaannya karena terkendala kondisi laut jawa yang ganas. namun lebih jauh mengunggkapkan bahwa Atlantis tertutup terumbu karang 50 meter lebih, butuh alat canggih untuk mengukapnya. Dan kalau ini benar terbukti berarti Indonesia dulu adalah negara yang besar dan maju.

Related

Khazanah 8671756797377756535

Post a Comment

emo-but-icon

Berita Lainnya

item