Gara Gara Ini Rusa Bawean Semakin Mendunia - Berita Bawean
Beritabawean.com - Rusa pulau Bawean ( Axis Kuhlii ) Merupakan hewan kebanggaan masyarakat pulau Bawean. Bahkan hewan imut ini sudah menjadi icon dari pulau yang dikenal dengan pulau putri ini. Sebentar lagi Rusa Bawean akan terkenal dan akan semakin mendunia, pasalnya rusa Bawean sebentar lagi akan selalu nampang di perehelatan olah raga terbesar tingkat Asia,  Asian Games 2018, setelah di tetapkan menjadi salah satu maskot di perhelatan tersebut dengan nama Atung. Rusa Bawean dianggap menjadi simbol dari kecepatan karena larinya yang cepat, selain itu Rusa Bawean juga menjadi symbol keberagaman masyarakat yang mewakili dari Indonesia bagian tengah.



Penetapan sebagai maskot Asian Games 2018, juga membawa dampak signifikan kepada kunjungan wisatawan ke pulau Bawean, khususnya wisata penangkaran Rusa Bawean yang berada di dusun tampo Pudakit Baraat kecamatan Sangkapura. Mereka ingin melihat secara langsung bagaimana kecantikan Rusa Bawean yang menjadi maskot Asean Games 2018 itu.

Penetapan ini juga tidak lepas keprihatinan dan keseriusan pemerintah untuk melestarikan Rusa Bawean yang telah di tetapkan tergolong spesies langka dan diklasifikasikan sebagai terancam punah oleh IUCN, 2 maskot lainnya Badak Jawa dan Cendrawasi Papua juga dalam posisi yang sama terancam kepunahan.

Baca Juga :
Hebat !, Rusa Bawean Kini Juga Ada Di Tierpark Berlin Jerman Lo !
Lestarikan Populasi, BKSDA Akan Lepas Rusa Bawean Ke Alam
Populasi Rusa Bawean Semakin Menurun, Kini Hanya Tinggal Segini

Saat ini Rusa Bawean di perkirakan hanya sisa 300 saja yang berada di alam bebas. Untuk bisa menyelamatkan populasinya pemerintah sudah banyak melakukan langkah langkah sebagai upaya terus mengembangkan populasi hewan khas pulau Bawean ini. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh BBKSDA yang telah melepaskan sebanyak 6 Rusa Bawean ke alam bebas dalam rangka memperingati . Namun tidak cukup hanya mengandalkan upaya dari pemerintah saja, tapi juga pro aktif masyarakat dengan tidak melakukan perburuan terhadap hewan langka ini.

Gara Gara Ini Rusa Bawean Semakin Mendunia

Beritabawean.com - Rusa pulau Bawean ( Axis Kuhlii ) Merupakan hewan kebanggaan masyarakat pulau Bawean. Bahkan hewan imut ini sudah menjadi icon dari pulau yang dikenal dengan pulau putri ini. Sebentar lagi Rusa Bawean akan terkenal dan akan semakin mendunia, pasalnya rusa Bawean sebentar lagi akan selalu nampang di perehelatan olah raga terbesar tingkat Asia,  Asian Games 2018, setelah di tetapkan menjadi salah satu maskot di perhelatan tersebut dengan nama Atung. Rusa Bawean dianggap menjadi simbol dari kecepatan karena larinya yang cepat, selain itu Rusa Bawean juga menjadi symbol keberagaman masyarakat yang mewakili dari Indonesia bagian tengah.



Penetapan sebagai maskot Asian Games 2018, juga membawa dampak signifikan kepada kunjungan wisatawan ke pulau Bawean, khususnya wisata penangkaran Rusa Bawean yang berada di dusun tampo Pudakit Baraat kecamatan Sangkapura. Mereka ingin melihat secara langsung bagaimana kecantikan Rusa Bawean yang menjadi maskot Asean Games 2018 itu.

Penetapan ini juga tidak lepas keprihatinan dan keseriusan pemerintah untuk melestarikan Rusa Bawean yang telah di tetapkan tergolong spesies langka dan diklasifikasikan sebagai terancam punah oleh IUCN, 2 maskot lainnya Badak Jawa dan Cendrawasi Papua juga dalam posisi yang sama terancam kepunahan.

Baca Juga :
Hebat !, Rusa Bawean Kini Juga Ada Di Tierpark Berlin Jerman Lo !
Lestarikan Populasi, BKSDA Akan Lepas Rusa Bawean Ke Alam
Populasi Rusa Bawean Semakin Menurun, Kini Hanya Tinggal Segini

Saat ini Rusa Bawean di perkirakan hanya sisa 300 saja yang berada di alam bebas. Untuk bisa menyelamatkan populasinya pemerintah sudah banyak melakukan langkah langkah sebagai upaya terus mengembangkan populasi hewan khas pulau Bawean ini. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh BBKSDA yang telah melepaskan sebanyak 6 Rusa Bawean ke alam bebas dalam rangka memperingati . Namun tidak cukup hanya mengandalkan upaya dari pemerintah saja, tapi juga pro aktif masyarakat dengan tidak melakukan perburuan terhadap hewan langka ini.