Prihatin Gaji Guru Madrasah Rendah, KABISTA Gagas Gerakan Peduli Guru - Berita Bawean
Beritabawean.com - Gaji guru madrasah di pulau Bawean memang terbilang cukup rendah, hal ini menjadi keprihatinan Komunitas berbagi sesama tanjungori atau disingkat KABISTA, komunitas yang konsen terhadap masalah-masalah sosial di dusun Tanjungori. Komunitas ini prakarsai oleh Akhmad Fatah Yasin, ST, IAI, suami Yulinda Nahwi dan kemudian resmi berdiri pada tanggal 24 Agustus 2017.


Menurut Afys, KABISTA, telah mendapatkan dukungan positif dari tokoh dan pemuda tanjungori, dan saat ini sedang menggagas gerakan sosial dengan nama “GERAKAN PEDULI GURU”, yaitu gerakan untuk membantu guru madrasah yang berpenghasilan rendah.

Gerakan ini dibentuk atas dasar keprihatinan setelah melihat rendahnya gaji guru Madrasah Diniyah khususnya di dusun Tanjungori. Sementara warga tanjungori dikenal dengan kondisi ekonomi yang relatif mapan bahkan bisa dikatakan kaya. Ada ketimpangan ekonomi yang perlu diperhatikan oleh semua pihak. “Walau bagaimanapun guru adalah pendidik anak-anak kita, sangat berperan terhadapa tumbuh kembang dan masa depan anak cucu kita. Oleh karenanya, perlu kita perhatikan”, Ujar Afys


Lebih jauh Afys menjelaskan, gerakan yang dilakukan oleh komunitas ini adalah berupa penggalangan dana terutama dari warga tanjungori baik yang ada di Bawean maupun yang berada diluar Bawean yang selanjutnya akan diberikan kepada guru madrasah. Besaran bantuan akan disesuaikan dengn jumlah jam mengajar dan jumlah guru yang diberi bantuan.

Pada tahap pertama KABISTA telah berhasil mengumpulkan dana yg sdh diberikan kepada; masing-masing Rp.1.250.000 untuk 10 guru MDU dan 1000.000 untuk 4 guru MINU.

Pada Tahap ke-2 berhasil memberikan sumbangan sebesar Rp. 3.575.000,- unt. 4 lembaga pendidikan yaitu MINU 33 Tanjung Ori, MDU Ihya Ulumuddin, TK&Kober dan RA.

Afys  juga berharap warga dusun Tanjungori bersatu, guyub dan rukun menebar kebaikan untuk sesama. “Dibalik rizki kita ada hak orang lain. Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama. Insya Allah dan mudah-mudahan ini dijadikan amal kebaikan dan dibalas oleh Allah”, pungkasnya.

Prihatin Gaji Guru Madrasah Rendah, KABISTA Gagas Gerakan Peduli Guru

Beritabawean.com - Gaji guru madrasah di pulau Bawean memang terbilang cukup rendah, hal ini menjadi keprihatinan Komunitas berbagi sesama tanjungori atau disingkat KABISTA, komunitas yang konsen terhadap masalah-masalah sosial di dusun Tanjungori. Komunitas ini prakarsai oleh Akhmad Fatah Yasin, ST, IAI, suami Yulinda Nahwi dan kemudian resmi berdiri pada tanggal 24 Agustus 2017.


Menurut Afys, KABISTA, telah mendapatkan dukungan positif dari tokoh dan pemuda tanjungori, dan saat ini sedang menggagas gerakan sosial dengan nama “GERAKAN PEDULI GURU”, yaitu gerakan untuk membantu guru madrasah yang berpenghasilan rendah.

Gerakan ini dibentuk atas dasar keprihatinan setelah melihat rendahnya gaji guru Madrasah Diniyah khususnya di dusun Tanjungori. Sementara warga tanjungori dikenal dengan kondisi ekonomi yang relatif mapan bahkan bisa dikatakan kaya. Ada ketimpangan ekonomi yang perlu diperhatikan oleh semua pihak. “Walau bagaimanapun guru adalah pendidik anak-anak kita, sangat berperan terhadapa tumbuh kembang dan masa depan anak cucu kita. Oleh karenanya, perlu kita perhatikan”, Ujar Afys


Lebih jauh Afys menjelaskan, gerakan yang dilakukan oleh komunitas ini adalah berupa penggalangan dana terutama dari warga tanjungori baik yang ada di Bawean maupun yang berada diluar Bawean yang selanjutnya akan diberikan kepada guru madrasah. Besaran bantuan akan disesuaikan dengn jumlah jam mengajar dan jumlah guru yang diberi bantuan.

Pada tahap pertama KABISTA telah berhasil mengumpulkan dana yg sdh diberikan kepada; masing-masing Rp.1.250.000 untuk 10 guru MDU dan 1000.000 untuk 4 guru MINU.

Pada Tahap ke-2 berhasil memberikan sumbangan sebesar Rp. 3.575.000,- unt. 4 lembaga pendidikan yaitu MINU 33 Tanjung Ori, MDU Ihya Ulumuddin, TK&Kober dan RA.

Afys  juga berharap warga dusun Tanjungori bersatu, guyub dan rukun menebar kebaikan untuk sesama. “Dibalik rizki kita ada hak orang lain. Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama. Insya Allah dan mudah-mudahan ini dijadikan amal kebaikan dan dibalas oleh Allah”, pungkasnya.