Putri Dubes Palestina Pengajar di Bawean, Tularkan Ilmu Sekaligus Memahami Budaya Lokal - Berita Bawean
Beritabawean.com - Ada yang istimewa dari Jurusan ICP (internasional class program) MTs  Hasan Jufri. Yaitu hadirnya Tamara Ep Adhoc, yang merupakan putri duta besar Pelestina untuk Mesir sebagai pengajar.

Rencananya Tamara akan mengajar di ICP Hasan Jufri Lebak selama 1,5 bulan. Selain sebagai guru, dia juga belajar cultur Bawean. Muqri kepala MTs. Hasan Jufri mengatakan program ini dilaksanakan selama 6 minggu.



"Tamara Ep Adhoc, seorang mahasiswi pasca sarjana dari Palestina membantu guru-guru ICP untuk menggembleng kemampuan Chit Chatnya siswa,"katanya.

ICP MTs Hasan Jufri Lebak telah sukses mewujudkan program native attendande. Yaitu sebuah program yang digagas utamanya untuk meningkatkan speaking skill peserta didiknya. Kedatangan tamu dari luar negeri merupakan bagian dalam mengukur kemampuan siswa selama belajar. Selain itu menimba ilmu untuk memadukan program pendidikan asing dengan muatan kurikulum nasional.

Perlu diketahui, ICP MTs. Hasan Jufri Lebak termasuk program bonafid yang seringkali melatih langsung siswanya dengan orang asing. ICP telah berjalan sejak 2010. Program ini dbinaan Universtitas Negeri Malang (UNM) untuk tahun pertama menerima sebanyak 24 siswa.  Bahasa penghantar dalam proses belajar mengajar menggunakan bahasa Inggris, sedangkan media dan alat belajar yang dipakai pun berbasis IT dengan memanfaatkan jaringan internet.

Lulusan International Class Program (ICP) MTs. Hasan Jufri mendapatkan dua tanda kelulusan, yaitu STTB (ijazah) dari Departeman Pendidikan Nasional dan setifikat resmi dari Cambridge University sebagai sekolah penyelenggara sekolah Internasional. (Jawapos.com)

Putri Dubes Palestina Pengajar di Bawean, Tularkan Ilmu Sekaligus Memahami Budaya Lokal

Beritabawean.com - Ada yang istimewa dari Jurusan ICP (internasional class program) MTs  Hasan Jufri. Yaitu hadirnya Tamara Ep Adhoc, yang merupakan putri duta besar Pelestina untuk Mesir sebagai pengajar.

Rencananya Tamara akan mengajar di ICP Hasan Jufri Lebak selama 1,5 bulan. Selain sebagai guru, dia juga belajar cultur Bawean. Muqri kepala MTs. Hasan Jufri mengatakan program ini dilaksanakan selama 6 minggu.



"Tamara Ep Adhoc, seorang mahasiswi pasca sarjana dari Palestina membantu guru-guru ICP untuk menggembleng kemampuan Chit Chatnya siswa,"katanya.

ICP MTs Hasan Jufri Lebak telah sukses mewujudkan program native attendande. Yaitu sebuah program yang digagas utamanya untuk meningkatkan speaking skill peserta didiknya. Kedatangan tamu dari luar negeri merupakan bagian dalam mengukur kemampuan siswa selama belajar. Selain itu menimba ilmu untuk memadukan program pendidikan asing dengan muatan kurikulum nasional.

Perlu diketahui, ICP MTs. Hasan Jufri Lebak termasuk program bonafid yang seringkali melatih langsung siswanya dengan orang asing. ICP telah berjalan sejak 2010. Program ini dbinaan Universtitas Negeri Malang (UNM) untuk tahun pertama menerima sebanyak 24 siswa.  Bahasa penghantar dalam proses belajar mengajar menggunakan bahasa Inggris, sedangkan media dan alat belajar yang dipakai pun berbasis IT dengan memanfaatkan jaringan internet.

Lulusan International Class Program (ICP) MTs. Hasan Jufri mendapatkan dua tanda kelulusan, yaitu STTB (ijazah) dari Departeman Pendidikan Nasional dan setifikat resmi dari Cambridge University sebagai sekolah penyelenggara sekolah Internasional. (Jawapos.com)