Takut Jadi Tempat Maksiat, Sejumlah Warga Tolak Pengembangan Wisata Pantai Selayar

Beritabawean.com - Keinginan pemerintahan Sungairujing untuk mengembangkan wisata pantai selayar melalui Karang Taruna dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) terganjal sejumlah warga Terosan dusun Taobat yang tidak ingin pantai selayar dijadikan tempat wisata.



Penolakan ini disampaikan saat musayawarah yang diadakan pemerintahan desa sungai rujing dengan warga yang bertempat di Mushalla Terosan, Jum'at 10 Mei 2018

" Saya tidak setuju kalau pantai selayar akan dijadikan tempat wisata karena nanti akan banyak maksiat disana dan nanti mayarakat sini yang akan tertimpa azabnya bukan masyarakat yang lain" Ungkap Ust Shalihen salah satu warga yang menolak pengembangan wisata Pantai Selayar

Namun menurut Ketua BPD Sungairujing Mohammad Yusuf justru kalau dibiarkan terbengkalai seperti saat inilah yang akan banyak mengundang pengunjung melakukan maksiat.

" Kalau keadaan seperti saat ini, sepi tidak terawat justru akan mengundang pengunjung melakukan hal hal yang negatif, tapi kalau dikelola dengan baik, dan ramai dikunjungi banyak orang maka mereka akan malu melakukan hal hal yang tidak senonoh, apalagi kalau sudah dibuat aturan yang jelas dan tegas". Paparnya



Hal senada juga disampaikan Sugrianto tokoh Sungairujing, dirinya mendukung upaya pengembangan wisata pantai selayar agar bisa memberikan manfaat kepada masyarakat. "pengembangan wisata justru akan lebih banyak manfaatnya baik dari segi ekonomi terutama bagi warga sekitar dan percepatan pembangunan terutama akses menuju pantai selayar.

Dengan adanya penolakan ini untuk sementara pengembangan wisata pantai selayar dihentikan.

0 Response to "Takut Jadi Tempat Maksiat, Sejumlah Warga Tolak Pengembangan Wisata Pantai Selayar"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Bawah Artikel