Waspada ! Ini Bahaya Menyimpan Makanan Bayi di Dalam Kresek - Berita Bawean
Kresek merupakan tempat penyimpanan yang paling praktis dan ekonomis. sangat disayangkan jika didalam rumah banyak tergeletak kresek di setiap sudut rumah. banyak para ibu ibu sekarang ini beranggapan bahwasanya kresek sayang jika dibakar begitu saja kalau tidak dimanfaatkan. jadi mereka kebanyakan memanfaatkan kresek sebagai tempat penyimpanan makanan dan lain lain.

Waspada ! Ini Bahaya Menyimpan Makanan Bayi di Dalam Kresek


Namun sudah tahukan bunda bahwasanya makanan yang dibungkus kresek yang sering masyarakat lakukan ini berdampak buruk terhadap kesehatan terutama pada bayi anda? Yah, seringkali perkara ini di abaikan oleh orang tua.

Seringkali di jumpai orang tua sibuk dan tidak mau repot dalam menyiapkan makanan untuk bayinya setiap hari sehingga banyak pilihan yang jatuh pada makanan instan dan bisa langsung dipakai tanpa repot repot memasaknya.

Menyimpan makanan dalam kresek mengandung bahan kimiawi, bisa anda buktikan dengan cara mencium bau kresek sebelum anda memasukkan makanan kedalamnya. kandungan bahan kimiawi tersebut secara otomatis akan masuk pada jaringan tubuh. sehingga dapat menyebabkan mudahnya perpindahan zat kimia karena lemahnya ikatan struktur plastik. makanan yang dibungkus plastik mengandung suhu tinggi.

Cara Menghindari Bahaya Plastik pada Makanan


Berdasarkan penjelasan yang sudah dipaparkan diatas. itu sebabnya penting untuk tidak selalu menyimpan makanan didalam kresek, apalagi makanan panas. Berikan beberapa cara untuk menghindari bahaya menyimpan makanan dalam kresek :

Pertama, Hindari membungkus makanan panas dalam plastik. sebaiknya anda menggunakan tempat makanan anda yang terbuat dari kaca, keramik atau stainless.

Kedua, Saat memanaskan makanan dalam microwave hindari menggunakan plastik tetapi gunakanlah kemasan yang food grade dan khusus untuk microwave.

Ketiga, Hindari jenis minuman dan makanan kaleng, dan segeralah beralih ke makanan yang segar.

Keempat, Hindari menggunakan plastik yang sudah di daur ulang, seperti kresek hitam.

Bagaimana Cara Menyimpan Makanan Bayi yang Aman ?


Selama ini orang tua banyak membeli makanan untuk bayinya yang siap pakai dan hanya untuk sekali konsumsi. padahal orang tua bisa mencari tahu bagaimana cara menyimpan makanan untuk bayi secara tepat dan benar tanpa mengganggu aktivitas hariannya.

Menurut Dr. Fiastuti Witjaksono, MSc, SpGK pada acara Temu Media Philips Avent yang bertema "Berbagai Tips menjadi orangtua sukses dalam kesibukan sehari-hari". beliau menyampaikan dalam acara tersebut bahwasanya orangtua bisa mengolah makanan sekaligus, misalnya untuk 1-2 hari dengan cara disimpan di lemari pendingin kemudian bisa dihangatkan kembali saat mau di konsumsi oleh bayi.

Beliau juga menjelaskann contoh makanan yang aman di simpan selama 1-2 hari, mislanya puree apel. bunda bisa mengukus apel terlebih dahulu sebelum memblender. sebelum dikukus kupaslah apel dan cuci bersih  dan tambah sedikit air saat di kukus. barulah bunda blender dengan ditambahi sedikit air matang, blender sampai apel benar benar halus. kemudian dingibnkan dan masukkan dalam wadah kecil kecil sekiranya cukup untuk seporsi anak, kemudian bunda simpan dalam kulkas.

jangan sekali kali bunda menyimpan makanan anak di dalam kulkas dengan wadah yang besar, karena khawatir jika anak mau makan bunda mengeluarkan makanan tersebut dan bila makanan tidak habis bunda memasukkan kedalam kulkas lagi. dengan cara begitu maka anak bunda makan makanan yang tidak sehat

Selain makanan, penting juga bunda ketahui cara memberikan asupan minuman yang sehat dan aman bagi bayi anda. jika bund amau memberikan jus kepada anak, sebaiknya berikan jus yang masih segar dan fresh. karena minuman jus tidka hanya mengandung serat tetapi juga vitamin sertamicrochemical lainnya. jadi jika terlalu lama jus kontak dengan cahaya dan udara maka akan membuat jus teroksidasi dan hal ini tidka baik bagi kesehatan anak.

Orang tua bagi anak merupakan komandan yang mengetahui segala nutrisi apa saja yang harus dan yang tidka boleh di berikan pada anak. apalagi anak yang masih bayi.

Jadi sesibuk apapun orang tua dengan pekerjaannya, anak tetaplah yang pertama yang harus di jaga. terutama masalah asupan makan minumnya. supaya anak tumbuh menjadi anka yang sehat dan pintar.

Waspada ! Ini Bahaya Menyimpan Makanan Bayi di Dalam Kresek

Kresek merupakan tempat penyimpanan yang paling praktis dan ekonomis. sangat disayangkan jika didalam rumah banyak tergeletak kresek di setiap sudut rumah. banyak para ibu ibu sekarang ini beranggapan bahwasanya kresek sayang jika dibakar begitu saja kalau tidak dimanfaatkan. jadi mereka kebanyakan memanfaatkan kresek sebagai tempat penyimpanan makanan dan lain lain.

Waspada ! Ini Bahaya Menyimpan Makanan Bayi di Dalam Kresek


Namun sudah tahukan bunda bahwasanya makanan yang dibungkus kresek yang sering masyarakat lakukan ini berdampak buruk terhadap kesehatan terutama pada bayi anda? Yah, seringkali perkara ini di abaikan oleh orang tua.

Seringkali di jumpai orang tua sibuk dan tidak mau repot dalam menyiapkan makanan untuk bayinya setiap hari sehingga banyak pilihan yang jatuh pada makanan instan dan bisa langsung dipakai tanpa repot repot memasaknya.

Menyimpan makanan dalam kresek mengandung bahan kimiawi, bisa anda buktikan dengan cara mencium bau kresek sebelum anda memasukkan makanan kedalamnya. kandungan bahan kimiawi tersebut secara otomatis akan masuk pada jaringan tubuh. sehingga dapat menyebabkan mudahnya perpindahan zat kimia karena lemahnya ikatan struktur plastik. makanan yang dibungkus plastik mengandung suhu tinggi.

Cara Menghindari Bahaya Plastik pada Makanan


Berdasarkan penjelasan yang sudah dipaparkan diatas. itu sebabnya penting untuk tidak selalu menyimpan makanan didalam kresek, apalagi makanan panas. Berikan beberapa cara untuk menghindari bahaya menyimpan makanan dalam kresek :

Pertama, Hindari membungkus makanan panas dalam plastik. sebaiknya anda menggunakan tempat makanan anda yang terbuat dari kaca, keramik atau stainless.

Kedua, Saat memanaskan makanan dalam microwave hindari menggunakan plastik tetapi gunakanlah kemasan yang food grade dan khusus untuk microwave.

Ketiga, Hindari jenis minuman dan makanan kaleng, dan segeralah beralih ke makanan yang segar.

Keempat, Hindari menggunakan plastik yang sudah di daur ulang, seperti kresek hitam.

Bagaimana Cara Menyimpan Makanan Bayi yang Aman ?


Selama ini orang tua banyak membeli makanan untuk bayinya yang siap pakai dan hanya untuk sekali konsumsi. padahal orang tua bisa mencari tahu bagaimana cara menyimpan makanan untuk bayi secara tepat dan benar tanpa mengganggu aktivitas hariannya.

Menurut Dr. Fiastuti Witjaksono, MSc, SpGK pada acara Temu Media Philips Avent yang bertema "Berbagai Tips menjadi orangtua sukses dalam kesibukan sehari-hari". beliau menyampaikan dalam acara tersebut bahwasanya orangtua bisa mengolah makanan sekaligus, misalnya untuk 1-2 hari dengan cara disimpan di lemari pendingin kemudian bisa dihangatkan kembali saat mau di konsumsi oleh bayi.

Beliau juga menjelaskann contoh makanan yang aman di simpan selama 1-2 hari, mislanya puree apel. bunda bisa mengukus apel terlebih dahulu sebelum memblender. sebelum dikukus kupaslah apel dan cuci bersih  dan tambah sedikit air saat di kukus. barulah bunda blender dengan ditambahi sedikit air matang, blender sampai apel benar benar halus. kemudian dingibnkan dan masukkan dalam wadah kecil kecil sekiranya cukup untuk seporsi anak, kemudian bunda simpan dalam kulkas.

jangan sekali kali bunda menyimpan makanan anak di dalam kulkas dengan wadah yang besar, karena khawatir jika anak mau makan bunda mengeluarkan makanan tersebut dan bila makanan tidak habis bunda memasukkan kedalam kulkas lagi. dengan cara begitu maka anak bunda makan makanan yang tidak sehat

Selain makanan, penting juga bunda ketahui cara memberikan asupan minuman yang sehat dan aman bagi bayi anda. jika bund amau memberikan jus kepada anak, sebaiknya berikan jus yang masih segar dan fresh. karena minuman jus tidka hanya mengandung serat tetapi juga vitamin sertamicrochemical lainnya. jadi jika terlalu lama jus kontak dengan cahaya dan udara maka akan membuat jus teroksidasi dan hal ini tidka baik bagi kesehatan anak.

Orang tua bagi anak merupakan komandan yang mengetahui segala nutrisi apa saja yang harus dan yang tidka boleh di berikan pada anak. apalagi anak yang masih bayi.

Jadi sesibuk apapun orang tua dengan pekerjaannya, anak tetaplah yang pertama yang harus di jaga. terutama masalah asupan makan minumnya. supaya anak tumbuh menjadi anka yang sehat dan pintar.