"Jhubethe", Makanan Khas Peringatan Maulid Nabi Di Pulau Bawean. - Berita Bawean
Acara peringatan maulid Nabi Muhammad SAW di pulau bawean termasuk unik. Salah satu yang menjadi ciri khas keunikannya adalah "angkatan" atau ada yang bilang dengan "berkat" ( Dalam bahasa indonesia lebih mirip parsel). Bentuk dari angkatan ini berisi berbagai macam makanan dan keperluan rumah tangga, dari mulai nasi, lauk pauk, makanan ringan hingga berbagai makanan khas yang di wadahi dengan timba berbagai ukuran. Timba timba ini akan didesain dengan sedemikian rupa, ada yang berbentuk kapal, pelaminan, berbagai binatang dan sebagainya. Ada di beberapa desa angakatanya "Luar Biasa Mewah", ada yang almari, kulkas dll, kursi dengan taburan uang di sekelilingnya.



Salah satu makanan khas yang  biasanya selalu ada pada berkat maulid adalah "Jhubete" ada yang menyebutnya "Dodol".  Jhubete ini terbuat dari ketan dan gula merah, waktu memasaknya lumayan lama yaitu sekitar 5-6 jam dan harus sering sering diaduk agar campurannya merata. Biasanya Jhubete ini di buat 2 sampai 3 hari sebelum pelaksanaan Maulid,  karena harus dibiarkan hingga agak mengeras terlebih dahulu. Tapi di makan waktu masih hangat rasanya lebih "maknyus" dari pada dihidangkan dalam keadaan sudah agak mengeras. Selain Jhubete makanan khas lainnya adalah rengginang dengan ukuran besar, bentuknya ada yang bulat dan juga ada yang segitiga.

Baca Juga : Selain Peringatan Maulid, Ini Yang Banyak Dilakukan Masyarakat Pulau Bawean di Bulan Rabiul Awal



Jauh jauh sebelum bulan syawal masyarakat diberbagai didesa biasanya sudah urun rembuk tentang pelaksanaan kapan dan bagaimana angkatannya. Untuk konsep biasanya hampir sama disemua desa. Biasanya acara dimulai dengan membaca berzanji atau wirid wirid khusus terlebih dahulu setelah itu baru acara formalnya. Sebelum di tutup dengan doa semua angkatan di bagikan dengan saling tukar angkatan.  Momen inilah yang paling di tunggu tunggu, biasanya semua warga akan mendekat ke tempat acara karena ingin melihat pembagian berkat ini.

Baca Juga : "Angka'an" Bikin Tradisi Maulid Di Pulau Bawean Jadi Semarak Dan Meriah



Semoga tradisi yang unik ini tetap selalu lestari, walaupun makanan khas seperti Jhubete, rengginang dan sebagainya saat ini sudah jarang kita jumpai dalam angkatan  maulid. Walaupun ada rata rata masyarakat lebih suka membeli dipasar pasar daripada membuat sendiri.

"Jhubethe", Makanan Khas Peringatan Maulid Nabi Di Pulau Bawean.

Acara peringatan maulid Nabi Muhammad SAW di pulau bawean termasuk unik. Salah satu yang menjadi ciri khas keunikannya adalah "angkatan" atau ada yang bilang dengan "berkat" ( Dalam bahasa indonesia lebih mirip parsel). Bentuk dari angkatan ini berisi berbagai macam makanan dan keperluan rumah tangga, dari mulai nasi, lauk pauk, makanan ringan hingga berbagai makanan khas yang di wadahi dengan timba berbagai ukuran. Timba timba ini akan didesain dengan sedemikian rupa, ada yang berbentuk kapal, pelaminan, berbagai binatang dan sebagainya. Ada di beberapa desa angakatanya "Luar Biasa Mewah", ada yang almari, kulkas dll, kursi dengan taburan uang di sekelilingnya.



Salah satu makanan khas yang  biasanya selalu ada pada berkat maulid adalah "Jhubete" ada yang menyebutnya "Dodol".  Jhubete ini terbuat dari ketan dan gula merah, waktu memasaknya lumayan lama yaitu sekitar 5-6 jam dan harus sering sering diaduk agar campurannya merata. Biasanya Jhubete ini di buat 2 sampai 3 hari sebelum pelaksanaan Maulid,  karena harus dibiarkan hingga agak mengeras terlebih dahulu. Tapi di makan waktu masih hangat rasanya lebih "maknyus" dari pada dihidangkan dalam keadaan sudah agak mengeras. Selain Jhubete makanan khas lainnya adalah rengginang dengan ukuran besar, bentuknya ada yang bulat dan juga ada yang segitiga.

Baca Juga : Selain Peringatan Maulid, Ini Yang Banyak Dilakukan Masyarakat Pulau Bawean di Bulan Rabiul Awal



Jauh jauh sebelum bulan syawal masyarakat diberbagai didesa biasanya sudah urun rembuk tentang pelaksanaan kapan dan bagaimana angkatannya. Untuk konsep biasanya hampir sama disemua desa. Biasanya acara dimulai dengan membaca berzanji atau wirid wirid khusus terlebih dahulu setelah itu baru acara formalnya. Sebelum di tutup dengan doa semua angkatan di bagikan dengan saling tukar angkatan.  Momen inilah yang paling di tunggu tunggu, biasanya semua warga akan mendekat ke tempat acara karena ingin melihat pembagian berkat ini.

Baca Juga : "Angka'an" Bikin Tradisi Maulid Di Pulau Bawean Jadi Semarak Dan Meriah



Semoga tradisi yang unik ini tetap selalu lestari, walaupun makanan khas seperti Jhubete, rengginang dan sebagainya saat ini sudah jarang kita jumpai dalam angkatan  maulid. Walaupun ada rata rata masyarakat lebih suka membeli dipasar pasar daripada membuat sendiri.