Rabu, 19 Desember 2018

4 Shalat Sunnah Yang Disunnahkan Berjamaah

4 Shalat Sunnah Yang Disunnahkan Berjamaah

Shalat sunnah atau shalat nawafil merupakan shalat yang di anjurkan namun tidak diwajibkan dalam pelaksanannya, shalat sunnah banyak sekali macamnya. Secara pelaksaaan shalat sunnah lebih utama dilaksanakan secara menfarid atau sendirian, Tapi ada beberapa shalat sunnah yang disunnahkan untuk dilaksanakan secara berjamaah apa saja itu ?

1. Shalat Sunnah Idul Fitri dan Idul Adhah


Shalat sunnah ini dilaksanakan di dua hari raya umat Islam, shalat sunnah yang dilaksanakan di hari raya Idul fitri dinamakan dengan shalat sunnah Idul Fitri, sedangkan yang dilaksanakan di hari raya Idul Adhah disebut dengan shalat Idul Adhah. Setiap umat Islam yang tidak berhalangan disunnahkan melaksanakannya secara berjamaah. Namun jika berhalangan boleh melaksanakannya sendirian dirumah.

Hukum kedua shalat sunnah ini adalah sunnah Muakkadah (yang dikuatkan/dianjurkan). Sejak disyariatkannya shalat ini, Rasulullah tidak pernah absen melaksanakannya hingga akhir hayatnya.

Tata Cara Pelaksanaan Shalat Idul Fitri dan Idul Adhah

Secara pelaksanaan kedua shalat sunnah ini tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan shalat wajib. Waktu pelaksanaan keduanya hampir sama yaitu dilaksanakan diantara terbitnya matahari hingga tergelincirnya matahari (Shalat Dhuhur). Jumlah rakaat keduanyapun sama yaitu dua rakaat.

Adapun niat shalat sunnah Idul Fitri adalah sebagai berikut :

أُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ (مَأْمُوْمًا\إِمَامًا) لِلهِ تَعَــــالَى

Ushalli raktaini sunnatan li'idil fitri ma'muman/imaman lillahi ta'ala

Artinya : Saya berniat melaksanakan shalat sunnah idul fitri sebagai makmum/imam karena Allah SWT

Sedangkan untuk shalat Idul Adhah anda tiggal mengganti kata Idul Fitri menjadi Idul Adhah

Pelaksanaan shalat sunnah ini mirip dengan shalat Jum'ah yaitu disertai dengan 2 hutbah,a hanya saja hutbahnya dilaksanakan sebelum pelaksanaan shalat sedangkan kalau shalat Jum'at hutbah dilakukan sebelum shalat.

“Sunnah seorang Imam berkhutbah dua kali pada shalat hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha), dan memisahkan kedua khutbah dengan duduk.” (HR Asy-Syafi’i)

Pada rakaat pertama disunnahkan membaca takbir 7 sebanyak kali setelah membaca doa iftitah diantara takbir tersebut membaca,

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Pada rakaat yang kedua disunnahkan membaca takbir sebanyak 5 kali. Takbir keduanya disunnahkan mengangkat kedua tangan. Setelah takbir langsung membaca surah alfatihah bagi imam dilanjutkan membaca surah sebagaimana shalat biasanya.


Baca Juga : Tata Cara Puasa Senin Kamis Lengkap

2. Shalat Gerhana Matahari dan Bulan


Shalat kedua gerhana ini dinamakan denga shalat sunnah kusuf ( Gerhana Matahari ) dan Khusuf (Gerhana Bulan). Sesuai dengan namanya kedua shalat sunnah ini dilaksanakan saat terjadinya gerhana. Hukum shalat kedua shalat sunnah ini adalah sunnah muakkad (yang dikuatkan) artinya sangat dianjurkan.

Tata Cara Shalat Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan

Tata cara shalat kedunanya sama dengan shalat sunnah biasanya.  Shalat sunnah ini sunnah dilaksanakan secara bersama sama alias berjamaah baik dilapangan maupun di dalam masjid. Pelaksanaannya di laksanakan saat gerhana sedang berlangsung

Tata Cara Pelaksanaan Shalat Gerhana Matahari dan Bulan

1. Niat sebagaimana berikut :



أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامً/مَأمُومًا لله تَعَالَى

Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini imâman/makmûman lillâhi ta‘âlâ

Artinya : Niat saya shalat sunnah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/ma'mum karena Allah Ta'ala

Untuk shalat gerhana matahari tinggal anda ganti kata Khusuf menjadi Kusuf

2. Takbiratul ikhram sambil melafadhkan niat dalam hati
3. Membaca surah alfatihah lalu membaca surah albaqarah
4. Rukuk dengan membaca tasbih dengan perkiraan membaca 100 surah Al-Baqarah
5. I'tidal tapi tidak membaca bacaan saat I'tidal tapi membaca surah alfatihah setelah itu disunnahkan membaca surat Al-Imrah atau selama surah itu
6. Kemudian rukuk lagi dan membaca tasbih sekiranya 80 ayat surah Al-Baqarah
7. I'tidal yang kedua dan membaca bacaan I'tidal seperti biasanya
8. Sujud membaca tasbih selama 100 ayat surah albaqarah
9. Duduk diantara dua sujud
10. Sujud lagi membaca tasbih selama 80 ayat surah Al-Baqarah
11. Duduk istirahat sebelum melanjutkan rakaat yang kedua.
12. Rakaat yang kedua pelaksanaanya sama saja dengan rakaat pertama hanya saja disunnahkan membaca surah Annisa'.

Kemudian setelah shalat sunnah imi selrsai dilakukan dilanjutkan dengan khutbah sebanyak dua kali layaknya khutbah idul fitri dan idul adhah

3. Shalat Istisqa


Shalat sunnah istisqa meruapakan shalat untuk meminta hujan kepada Allah SWT. Shalat sunnah ini dinajurkan untik dilaksanakan secara bersama sama masyarakat yang mengalami kekeringan dan butuh segera diberi hujan.

3 hari sebelum pelaksanaan shalat Istisqa' para pemimpin maupun Ulama' menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk melaksanakan puasa selama tiga hari dan bertaubat kepada Allah dari dosa dosa yang telah diperbuat.

Tata cara shalat istisqa sama dengan shalat sunnah idul fitri maupun idul adhah. Hanya saja takbir pada khutbah shalat sunnah Idul Fitri atau idul adhah diganti dengan istighfar. Dihutbah yang kedua saat bagian doa khatib dianjurkan berdoa menghadap kiblat.


Baca Juga : Cara Shalat Dhuha Yang Benar Yang Bisa Membuka Pintu Rezeki Menjadi Lancar

4 . Shalat Tarawih


Shalat tarawih dilaksanapan setiap bulan Ramadhan, waktunya setelah selesai shalat Isya'. Seperti yang kita ketahui bersama shalat sunnah ini dianjurkan dilaksanakan secara berjamaah.

Anda boleh shalat sunnah tarawih dirumah jika anda berhalangan karena hukum berjamaahnya adalah sunnah.

Jumlah rakaat shalat Tarawih adalah 20 rakaat dengan 10 kali salam, namun ada juga yang mengatakan 10 rakaat namun jumhur ulama' mengatakan jumlah shalat tarawih adalah 20 rakaat.

Walaupun dikatakan shalat qiyamullail shalat tarawih lebih utama dilaksanakan setelah shalat isya' dibanding dengan tengah tengah malam setelah bangun tidur.

Dinamakan shalat tarawih karena  mereka yang melaksanakannya merasa rileks setelah dua kali salam, biasanya setelah dua rakaat membaca beberapa kalimah.


EmoticonEmoticon