Memiliki Pahala Yang Sangat Besar, Yakin Tidak Mau Jadi Muadzin ? - Berita Bawean
Memiliki Pahala Yang Sangat Besar, Yakin Tidak Mau Jadi Muadzin ?

Azan merupakan pertanda telah masuknya waktu shalat, tidak hanya sebagai penanda waktu shalat 5 waktu tapi juga menjadi sebuah ajakan untuk melaksanakan shalat secara berjamaah. Walaupun azan ini di kumandangkan oleh manusia akan tetapi pada hakikatnya azan ini adalah panggilan sang Maha Agung Allah SWT kepada segenap hambanya untuk mengingatnya.

Tanpa adanya azan maka shalat jamaah di masjid arau mushalla akan sepi. Hal ini bisa kita lihat jika disebuah daerah mati lampu saat azan tiba maka bisa dipastikan shalat jamaah hanya segelintir orang saja.

Saat ini azan telah menggunakan pengeras suara yang nyaring, beda dengan di zaman Rasulullah yang hanya mengandalkan kerasnya suara shabat bilal bin Rabbah.

Dengan pengeras suara suara adzan terdengar hingga puluhan kilometer. Jadi mereka yang beraktifitas dimanapun bisa mendengar suara adzan dan berhenti dari aktifitasnya untuk shalat di awal waktu dan berjamaah di masjid terdekat.

Karena shalat di awal waktu dan berjamaah memiliki pahala yang sangat luar biasa. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW.

“Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah Shalat pada waktunya, Berbakti kepada kedua orang tua..( HR Bukhari dan Muslim).

Orang yang mengumandangkan azan disebut muazdin, biasanya seorang muazdin ini ditunjuk secara khusus namun ada juga yang sukarela siapa saja yang berkeinginan menjadi muazdin dipersilahkan.

Ini biasanya berlaku di daerah pedesaan. Mereka datang diawal waktu kemasjid dan menuggu datangnya shalat dan mereka azan ketika waktu shalat sudah tiba. Kalau diperkotaan biasanya setiap masjid memiliki petugas adzan tersendiri yang khusus menjaga waktu shalat.

Saat ini banyak yang enggan menjadi seorang muazdin. Mereka datang setelah iqamah berkumandang. Bahkan sering telat dan lebih suka menjadi ma'mum masbuk. Dengan berbagai alasan utamanya suara yang buruk. Rata rata kalau kita lihat mereka yang mengumandangkan adzan adalah mereka yang sudah udzur dan tua renta.

Padahal untuk menjadi seorang muazdin tidak ada syarat memiliki suara yang bagus. Namun yang menjadi syarat adalah kemauan menggapai ridha Allah. Karena hampir semua umat dari mulai yang kecil hingga besar hafal lafadz lafaz adzan berikut.

Padahal Rasulullah mengungkapkan jika tau betapa besarnya pahala menjadi seorang muazdin maka mereka rela untuk ikut undian menjadi seorang muazdin.

Pahala Besar Menjadi Seorang Muazdin.


1. Semua Yang Mendengar Adzan Akan Menjadi Saksi Kelak Di Hari Kiamat


Tidak hanya Al-Qur'an saja yang akan menjadi saksi pembacanya tapi bagi para muadzin mereka yang mendengarkan adzannya baik itu manusia, hewan maupun jin akan menjadi saksi baginya kelak di hari kiamat. Maka beruntunglah jika anda saat ini menjadi seorang muadzin. Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Abu Ya'lam :

ا يَسْمَعُ صَوْتَهُ شَجَرٌ وَلَا مَدَرٌ وَلَا حَجَرٌ وَلا جِنٌّ وَلا إِنْسٌ إِلا شَهِدَ لَهُ

Artinya, “Tidaklah azan didengar oleh jin, manusia, batu dan pohon kecuali mereka akan bersaksi untuknya,” (HR. Abu Ya’la).

2. Rasulullah Mendoakan Ampunan Bagi Para Muadzin


Subhanallah, betapa mulianya menjadi seorang Muadzin sampai sampai Rasulullah SAW mendoakan mereka agar Allah mengampuni dosa dosa mereka. Hal ini sebagaimana hadist Rasulullah yang diriwatkan oleh Ibnu Hibban Alaihissalam 

فَأَرْشَدَ اللَّهُ الْأَئِمَّةَ وَ غَفَرَ لِلْمُؤَذِّيْنَ

Artinya, “Semoga Allah meluruskan para imam dan mengampuni para muadzin” (HR. Ibnu Hibban).

3. Allah Menjanjikan Ampunan Dosa Bagi Para Muadzin


Selain di doakan oleh Rasulullah, Allah juga telah berjanjia akan mengampuni dosa dosa bagi para pengumandang azan. Sebagaimana hadist yang diriwatkan oleh Imam Ahmad 

الْمُؤَذِّنُ يُغْفَرُ لَهُ بِمَدِّ صَوْتِهِ وَيَشْهَدُ لَهُ كُلُّ رَطْبٍ وَيَابِسٍ

Artinya, “Muadzin diampuni sejauh jangkauan azannya. Seluruh benda yang basah maupun yang kering yang mendengar azannya memohonkan ampunan untuknya,” (HR Ahmad).

4. Pahala Yang Sangat Besar


Rasulullah SAW pernah menyampaikan, jika setiap orang mengetahui betapa besarnya pahala yang diperutukkan bagi para pengumandang azan maka mereka akan berebut dan berlomba lomba menjadi muadzin. Sebagaimana yang telah disebutkan dalam sebuah hadist yang diriwatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.

لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِى النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الأَوَّلِ ، ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلاَّ أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لاَسْتَهَمُوا

Artinya, “Seandainya orang-orang mengetahui pahala yang terkandung pada azan dan shaf pertama, kemudian mereka tidak mungkin mendapatkannya kecuali dengan cara mengadakan undian atasnya, niscaya mereka akan melakukan undian,” (HR Bukhari dan Muslim).

Baca Juga : 4 Hal Penyebab Sempitnya Rezeki Menurut Ibnu Qayyim

5. Muadzin Menjadi Kebangaan Allah SWT


Dalam sebuah hadist diriwatkan bahwa Allah membangga banggakan para pengumandang adzan di depan para malaikatnya. Allah menganggap orang para Muadzin adalah orang yang takut kepada Allah SWT.

يَعْجَبُ رَبُّكُمْ مِنْ رَاعِى غَنَمٍ فِى رَأْسِ شَظِيَّةٍ بِجَبَلٍ يُؤَذِّنُ بِالصَّلاَةِ وَيُصَلِّى فَيَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ انْظُرُوا إِلَى عَبْدِى هَذَا يُؤَذِّنُ وَيُقِيمُ الصَّلاَةَ يَخَافُ مِنِّى فَقَدْ غَفَرْتُ لِعَبْدِى وَأَدْخَلْتُهُ الْجَنَّةَ

Artinya, “Tuhanmu takjub kepada seorang penggembala domba di puncak bukit gunung, dia mengumandangkan azan untuk shalat lalu dia shalat. Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, ‘Lihatlah hamba-Ku ini, dia mengumandangkan azan dan beriqamah untuk shalat, dia takut kepada-Ku. Aku telah mengampuni hamba-Ku dan memasukkannya ke dalam surga,” (HR Abu Dawud dan An Nasa’i).

6. Mereka Tidak Akan Tenggelam Di Hari Kiamat Oleh Air Keringatnya


Kelak saat dipadang mahsar semua orang akan merasa kepanasan karena jarak matahari yang hanya sejengkal diatas kepalanya, pada hari itu banyak manusia yang tenggelam karena air keringatnya, namun tidak bagi para pengumandang azan mereka tidak akan tenggelam berkat adzan yang dikumandangkannya karena Allah akan memanjangkan leher mereka.


الْمُؤَذِّنُونَ أَطْوَلُ النَّاسِ أَعْنَاقًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Artinya, “Para muadzin adalah orang yang berleher panjang pada Hari Kiamat,” (HR. Muslim).

Namun beberapa ulama' menganggap ma'na panjang leher hanya sebuah kiasan yang mendanakan Allah akan memuliakan para muadzin nanti di hari dihisabnya amal. Seperti pendapat Ibnu Arabi mengatakan panjang leher itu maknanya mereka adalah orang orang yang banyak amalnya.

Baca Juga : 4 Kemuliaan Yang Allah Janjikan Kepada Para Guru


7. Para Muadzin Akan Masuk Surga


Dalam sebuah hadist Rasulullah pernah mengatakan kepada Bilal Bin Rabbah selepas mengumandangkan adzan," Barangsiapa yang mengucapkan seperti dengan yakin maka niscaya dia akan masuk surga. "


كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَامَ بِلَالٌ يُنَادِي فَلَمَّا سَكَتَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَالَ مِثْلَ هَذَا يَقِينًا دَخَلَ الْجَنَّةَ

Artinya, “Kami pernah bersama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, lalu Bilal berdiri mengumandangkan azan. Ketika selesai, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Barangsiapa mengucapkan seperti ini dengan yakin, niscaya dia masuk surga’” (HR An Nasa’i).

Nah itulah beberapa pahala yang sangat besar yang Allah janjikan kepada para muadzin. Setelah anda mengetahuinya marilah berlomba lomba dalam meraih pahala sebanyak banyak sebagai bekal kita nanti dihari kiamat. Mengumandangkan tidaklah lama hanya 5 menit saja tapi lihatlah betapa besar pahala yang akan anda raih. Apakah masih yakin tidak mau menjadi meadzin?

Memiliki Pahala Yang Sangat Besar, Yakin Tidak Mau Jadi Muadzin ?

Memiliki Pahala Yang Sangat Besar, Yakin Tidak Mau Jadi Muadzin ?

Azan merupakan pertanda telah masuknya waktu shalat, tidak hanya sebagai penanda waktu shalat 5 waktu tapi juga menjadi sebuah ajakan untuk melaksanakan shalat secara berjamaah. Walaupun azan ini di kumandangkan oleh manusia akan tetapi pada hakikatnya azan ini adalah panggilan sang Maha Agung Allah SWT kepada segenap hambanya untuk mengingatnya.

Tanpa adanya azan maka shalat jamaah di masjid arau mushalla akan sepi. Hal ini bisa kita lihat jika disebuah daerah mati lampu saat azan tiba maka bisa dipastikan shalat jamaah hanya segelintir orang saja.

Saat ini azan telah menggunakan pengeras suara yang nyaring, beda dengan di zaman Rasulullah yang hanya mengandalkan kerasnya suara shabat bilal bin Rabbah.

Dengan pengeras suara suara adzan terdengar hingga puluhan kilometer. Jadi mereka yang beraktifitas dimanapun bisa mendengar suara adzan dan berhenti dari aktifitasnya untuk shalat di awal waktu dan berjamaah di masjid terdekat.

Karena shalat di awal waktu dan berjamaah memiliki pahala yang sangat luar biasa. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW.

“Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah Shalat pada waktunya, Berbakti kepada kedua orang tua..( HR Bukhari dan Muslim).

Orang yang mengumandangkan azan disebut muazdin, biasanya seorang muazdin ini ditunjuk secara khusus namun ada juga yang sukarela siapa saja yang berkeinginan menjadi muazdin dipersilahkan.

Ini biasanya berlaku di daerah pedesaan. Mereka datang diawal waktu kemasjid dan menuggu datangnya shalat dan mereka azan ketika waktu shalat sudah tiba. Kalau diperkotaan biasanya setiap masjid memiliki petugas adzan tersendiri yang khusus menjaga waktu shalat.

Saat ini banyak yang enggan menjadi seorang muazdin. Mereka datang setelah iqamah berkumandang. Bahkan sering telat dan lebih suka menjadi ma'mum masbuk. Dengan berbagai alasan utamanya suara yang buruk. Rata rata kalau kita lihat mereka yang mengumandangkan adzan adalah mereka yang sudah udzur dan tua renta.

Padahal untuk menjadi seorang muazdin tidak ada syarat memiliki suara yang bagus. Namun yang menjadi syarat adalah kemauan menggapai ridha Allah. Karena hampir semua umat dari mulai yang kecil hingga besar hafal lafadz lafaz adzan berikut.

Padahal Rasulullah mengungkapkan jika tau betapa besarnya pahala menjadi seorang muazdin maka mereka rela untuk ikut undian menjadi seorang muazdin.

Pahala Besar Menjadi Seorang Muazdin.


1. Semua Yang Mendengar Adzan Akan Menjadi Saksi Kelak Di Hari Kiamat


Tidak hanya Al-Qur'an saja yang akan menjadi saksi pembacanya tapi bagi para muadzin mereka yang mendengarkan adzannya baik itu manusia, hewan maupun jin akan menjadi saksi baginya kelak di hari kiamat. Maka beruntunglah jika anda saat ini menjadi seorang muadzin. Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Abu Ya'lam :

ا يَسْمَعُ صَوْتَهُ شَجَرٌ وَلَا مَدَرٌ وَلَا حَجَرٌ وَلا جِنٌّ وَلا إِنْسٌ إِلا شَهِدَ لَهُ

Artinya, “Tidaklah azan didengar oleh jin, manusia, batu dan pohon kecuali mereka akan bersaksi untuknya,” (HR. Abu Ya’la).

2. Rasulullah Mendoakan Ampunan Bagi Para Muadzin


Subhanallah, betapa mulianya menjadi seorang Muadzin sampai sampai Rasulullah SAW mendoakan mereka agar Allah mengampuni dosa dosa mereka. Hal ini sebagaimana hadist Rasulullah yang diriwatkan oleh Ibnu Hibban Alaihissalam 

فَأَرْشَدَ اللَّهُ الْأَئِمَّةَ وَ غَفَرَ لِلْمُؤَذِّيْنَ

Artinya, “Semoga Allah meluruskan para imam dan mengampuni para muadzin” (HR. Ibnu Hibban).

3. Allah Menjanjikan Ampunan Dosa Bagi Para Muadzin


Selain di doakan oleh Rasulullah, Allah juga telah berjanjia akan mengampuni dosa dosa bagi para pengumandang azan. Sebagaimana hadist yang diriwatkan oleh Imam Ahmad 

الْمُؤَذِّنُ يُغْفَرُ لَهُ بِمَدِّ صَوْتِهِ وَيَشْهَدُ لَهُ كُلُّ رَطْبٍ وَيَابِسٍ

Artinya, “Muadzin diampuni sejauh jangkauan azannya. Seluruh benda yang basah maupun yang kering yang mendengar azannya memohonkan ampunan untuknya,” (HR Ahmad).

4. Pahala Yang Sangat Besar


Rasulullah SAW pernah menyampaikan, jika setiap orang mengetahui betapa besarnya pahala yang diperutukkan bagi para pengumandang azan maka mereka akan berebut dan berlomba lomba menjadi muadzin. Sebagaimana yang telah disebutkan dalam sebuah hadist yang diriwatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.

لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِى النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الأَوَّلِ ، ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلاَّ أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لاَسْتَهَمُوا

Artinya, “Seandainya orang-orang mengetahui pahala yang terkandung pada azan dan shaf pertama, kemudian mereka tidak mungkin mendapatkannya kecuali dengan cara mengadakan undian atasnya, niscaya mereka akan melakukan undian,” (HR Bukhari dan Muslim).

Baca Juga : 4 Hal Penyebab Sempitnya Rezeki Menurut Ibnu Qayyim

5. Muadzin Menjadi Kebangaan Allah SWT


Dalam sebuah hadist diriwatkan bahwa Allah membangga banggakan para pengumandang adzan di depan para malaikatnya. Allah menganggap orang para Muadzin adalah orang yang takut kepada Allah SWT.

يَعْجَبُ رَبُّكُمْ مِنْ رَاعِى غَنَمٍ فِى رَأْسِ شَظِيَّةٍ بِجَبَلٍ يُؤَذِّنُ بِالصَّلاَةِ وَيُصَلِّى فَيَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ انْظُرُوا إِلَى عَبْدِى هَذَا يُؤَذِّنُ وَيُقِيمُ الصَّلاَةَ يَخَافُ مِنِّى فَقَدْ غَفَرْتُ لِعَبْدِى وَأَدْخَلْتُهُ الْجَنَّةَ

Artinya, “Tuhanmu takjub kepada seorang penggembala domba di puncak bukit gunung, dia mengumandangkan azan untuk shalat lalu dia shalat. Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, ‘Lihatlah hamba-Ku ini, dia mengumandangkan azan dan beriqamah untuk shalat, dia takut kepada-Ku. Aku telah mengampuni hamba-Ku dan memasukkannya ke dalam surga,” (HR Abu Dawud dan An Nasa’i).

6. Mereka Tidak Akan Tenggelam Di Hari Kiamat Oleh Air Keringatnya


Kelak saat dipadang mahsar semua orang akan merasa kepanasan karena jarak matahari yang hanya sejengkal diatas kepalanya, pada hari itu banyak manusia yang tenggelam karena air keringatnya, namun tidak bagi para pengumandang azan mereka tidak akan tenggelam berkat adzan yang dikumandangkannya karena Allah akan memanjangkan leher mereka.


الْمُؤَذِّنُونَ أَطْوَلُ النَّاسِ أَعْنَاقًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Artinya, “Para muadzin adalah orang yang berleher panjang pada Hari Kiamat,” (HR. Muslim).

Namun beberapa ulama' menganggap ma'na panjang leher hanya sebuah kiasan yang mendanakan Allah akan memuliakan para muadzin nanti di hari dihisabnya amal. Seperti pendapat Ibnu Arabi mengatakan panjang leher itu maknanya mereka adalah orang orang yang banyak amalnya.

Baca Juga : 4 Kemuliaan Yang Allah Janjikan Kepada Para Guru


7. Para Muadzin Akan Masuk Surga


Dalam sebuah hadist Rasulullah pernah mengatakan kepada Bilal Bin Rabbah selepas mengumandangkan adzan," Barangsiapa yang mengucapkan seperti dengan yakin maka niscaya dia akan masuk surga. "


كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَامَ بِلَالٌ يُنَادِي فَلَمَّا سَكَتَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَالَ مِثْلَ هَذَا يَقِينًا دَخَلَ الْجَنَّةَ

Artinya, “Kami pernah bersama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, lalu Bilal berdiri mengumandangkan azan. Ketika selesai, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Barangsiapa mengucapkan seperti ini dengan yakin, niscaya dia masuk surga’” (HR An Nasa’i).

Nah itulah beberapa pahala yang sangat besar yang Allah janjikan kepada para muadzin. Setelah anda mengetahuinya marilah berlomba lomba dalam meraih pahala sebanyak banyak sebagai bekal kita nanti dihari kiamat. Mengumandangkan tidaklah lama hanya 5 menit saja tapi lihatlah betapa besar pahala yang akan anda raih. Apakah masih yakin tidak mau menjadi meadzin?

Rekomendasi Kami