Inilah Orang Paling Kuat Menurut Hadist Rasulullah - Berita Bawean
Inilah Orang Paling Kuat Menurut Hadist Rasulullah

Orang kuat itu seperti apa sih ? Biasanya orang beranggapan  orang yang kuat selalu identik dengan dengan orang yang kuat secara fisik, mampu mengangkat beban berat maupun orang yang selalu menang dalam pertandingan dan perkelahian.

Apakah seperti itu orang kuat menurut hadist Rasulullah ? Bukan, orang yang kuat menurut Rasulullah adalah orang yang mampu menahan amarahnya sebagaimana dalam sabdanya :

عَنْ الْحَارِثِ بْنِ سُوَيْدٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا تَعُدُّونَ الصُّرَعَةَ فِيكُمْ قَالُوا الَّذِي لَا يَصْرَعُهُ الرِّجَالُ قَالَ لَا وَلَكِنَّهُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ. رواه ابو داود

Dari Abdullah bin Mas'ud (w. 32 H) berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Menurut kalian, siapa yang kalian anggap paling kuat?" para sahabat menjawab, " orang yang tidak terkalahkan dalam adu gulat." Beliau bersabda: "Bukan itu, orang yang kuat adalah orang yang mampu menahan dirinya saat marah."

Ini merupakan hadist tentang menahan amarah. Jadi orang yang paling kuat menurut Rasulullah bukanlah orang yang selalu menang dalam bergulat dengan siapapun walaupun dengan orang diseluruh dunia sekalipun. Tapi orang yang paling kuat adalah orang yang mampu menahan amarahnya.

Saat sahabat Jariyah Bin Qudamah RA meminta nasihat dari Rasulullah sebuah nasihat yang singkat dan padat agar mudah dilakukannya dan mendatangkan kebaikan kepadanya, maka Rasulullah berwasiat kepadanya agar tidak marah, berulang ulang sahabat Jariyah menanyakan hal yang sama tapi Rasulullah tetap menjawab dengan jawaban tersebut. Karena marah adalah pangkal kejahatan dan keburukan sedangkan menahan marah adalah pangkal dari segala kebaikan.

Menahan amarah memang sangatlah berat, jarang orang yang biasa melakukannya. Banyaknya pembunuhan, putusnya persahabatan, bercerainya pasangan suami istri, putusnya hubungan kerabat, keluarga lantaran karena tidak bisa menahan amarah ini.

Jika orang sudah marah maka apapun bisa dilakukannya bahkan terkadang bisa melewati batas kemanusiannya. Prilakukanya tidak terkontrol, gelap mata yang yang akhirnya akan membawa penyesalan diakhirnya.

Sebagaimana yang disampaikan oleh imam Alhafizh Ibnu Hajar Al Asqalani, hakikatnya marah itu merupakan sebuah perkara yang dibolehkan karena marah merupakan sifat yang melekat pada diri manusia, namun jika sudah membahayakan diri dan orang lain serta menimbulkan kerusakan maka hukum tersebut akan berubah menjadi haram.

Lalu Kapan Marah itu Diperbolehkan Dalam Islam?


Marah tidak serta merta tidak diperbolehkan. Jika marah ini dilakukan oleh manusia maka akan ada yang terpuji dan ada yang tercela. Marah diperbolekan dalam Islam adalah ketika marah itu karena didasarkam kepada Allah SWT seperti syariat islam dihina, anak enggan mengerjakan shalat dan sebagainya. Sedangkan marah yang tidak diperbolehkan adalah marah yang dilandasi karena kemarahan dan balas dendam.

Tips Dari Rasulullah Agar Tidak Marah


Rasulullah tidak hanya melarang anda marah karena alasan nafsu dan dendam namun Rasulullah juga memberikan tips agar anda tidak mudah marah. Dengan beberapa tips ini insya Allah amarah anda bisa diredam.

1. Langsung Ingat Allah SWT


Jika orang yang dekat dengan Allah dia jarang sekali marah, karena semua perbuatannya yang buruk malu ditunjukkan kepada Allah. Biasanaya mereka akan mudah mengucapkan Istighfar ketika hatinya sudah mulai timbul rasa marah, sehingga pada saat itu juga amarahnya mereda.

Bagi yang belum terbiasa ingat kepada Allah, namun anda ingin terhindar dari sifat marah, perbanyaklah dzikir kepada Allah. Rajinlah mengerjakan shalat, membaca Al-Qur'an dan hadirilah majelis majelis ta'lim dan ilmu. Insya Allah perlahan hati akan lembut dan rasa amarah yang cepat bergejolak perlahan lahan terkikis. Sebagaimana Firman Allah

أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Artinya : Hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram (Qs. ar-Ra’du: 28).

Disamping itu mintalah perlindungan Allah dari godaan syaitan yang selalu mengajak keburukan kepada manusia salah satunya untuk berbuat mengikuti nafsu amarah.

وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ ۚ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar Maha Mengetahui.” (QS. Al-A’raf: 200)


2. Merubah Posisi


Rasulullah dalam hadistnya memberikan tips kepada kita agar merubah posisi. Kalau kita marah dalam keadaan berdiri sambil menunjuk nunjuk orang lain maka duduklah. Kalau marahnya sedang duduk, misalnya anda sedang rapat lalu ada yang membuat anda marah maka berbaringlah. Anda minta izin ke belakang lalu carilah tempat agar anda bisa berbaring. Hal ini sesuai dengan Hadist Rasulullah SAW.

إِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ وَهُوَ قَائِمٌ فَلْيَجْلِسْ ، فَإِنْ ذَهَبَ عَنْهُ الْغَضَبُ ، وَإِلَّا فَلْيَضْطَجِعْ.

Artinya : Apabila seorang dari kalian marah dalam keadaan berdiri, hendaklah ia duduk; apabila amarah telah pergi darinya, (maka itu baik baginya) dan jika belum, hendaklah ia berbaring.

3. Diam


Jika anda akan marah mencobalah untuk diam, ini merupakan salah satu obat manjur untuk menghentikan amarah anda. Diam ini juga akan menyelamatkan anda dari efek akibat marah. Pasalnya jika orang sedang marah maka akan banyak keluar kata kata yang buruk dari mulutnya yang terkadang memancing emosi pihak lainnya hingga tersulutlah api permusuhan. Hal ini sesuai dengan anjuran Rasulullah dalam hadistnya :

إِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْكُتْ.

Artinya : Apabila seorang dari kalian marah, hendaklah ia diam.

4. Berwudhu


Berwudhu juga menjadi obat mujarab saat kita sedang marah. Karena amarah itu diibaratkan dengan bara api panas. Itulah kenapa orang yang marah selalu memerah wajahnya jika anda siram dengan air yang sejuk maka hati anda akan ikut sejuk.

Dari Athiyyah as-Sa’di Radhiyallahu anhu berkata, Rasulullah bersabda:

إِنَّ الْغَضَبَ مِنْ الشَّيْطَانِ وَإِنَّ الشَّيْطَانَ خُلِقَ مِنْ النَّارِ وَإِنَّمَا تُطْفَأُ النَّارُ بِالْمَاءِ فَإِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَتَوَضَّأْ

“Sesungguhnya amarah itu dari setan dan setan diciptakan dari api. Api akan padam dengan air. Apabila salah seorang dari kalian marah, hendaknya berwudhu.” (HR. Abu Daud)

5. Ingatlah Akan Janji Rasulullah SAW Dan Besarnya Pahala Menahan Marah


Tips yang terahir aga kita terhindar dari perbuatan buruk ini adalah dengan mengingat apa yang Allah dan rasulnya janjikan kepada siapa saja yang mampu menahan amarahnya maka insya Allah kita selalu menahan amarah kita.

Dari Mu’adz radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ كَظَمَ غَيْظاً وَهُوَ قَادِرٌ عَلَى أَنْ يُنَفِّذهُ دَعَأهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى رُؤُوْسِ الْخَلاَئِقِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُخَيِّرَهُ مِنَ الْحُوْرِ مَا شَاءَ

“Barang siapa menahan amarahnya padahal mampu meluapkannya, Allah akan memanggilnya di hadapan para makhluk pada hari Kiamat untuk memberinya pilihan bidadari yang ia inginkan.” (HR. Abu Daud).

Inilah Orang Paling Kuat Menurut Hadist Rasulullah

Inilah Orang Paling Kuat Menurut Hadist Rasulullah

Orang kuat itu seperti apa sih ? Biasanya orang beranggapan  orang yang kuat selalu identik dengan dengan orang yang kuat secara fisik, mampu mengangkat beban berat maupun orang yang selalu menang dalam pertandingan dan perkelahian.

Apakah seperti itu orang kuat menurut hadist Rasulullah ? Bukan, orang yang kuat menurut Rasulullah adalah orang yang mampu menahan amarahnya sebagaimana dalam sabdanya :

عَنْ الْحَارِثِ بْنِ سُوَيْدٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا تَعُدُّونَ الصُّرَعَةَ فِيكُمْ قَالُوا الَّذِي لَا يَصْرَعُهُ الرِّجَالُ قَالَ لَا وَلَكِنَّهُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ. رواه ابو داود

Dari Abdullah bin Mas'ud (w. 32 H) berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Menurut kalian, siapa yang kalian anggap paling kuat?" para sahabat menjawab, " orang yang tidak terkalahkan dalam adu gulat." Beliau bersabda: "Bukan itu, orang yang kuat adalah orang yang mampu menahan dirinya saat marah."

Ini merupakan hadist tentang menahan amarah. Jadi orang yang paling kuat menurut Rasulullah bukanlah orang yang selalu menang dalam bergulat dengan siapapun walaupun dengan orang diseluruh dunia sekalipun. Tapi orang yang paling kuat adalah orang yang mampu menahan amarahnya.

Saat sahabat Jariyah Bin Qudamah RA meminta nasihat dari Rasulullah sebuah nasihat yang singkat dan padat agar mudah dilakukannya dan mendatangkan kebaikan kepadanya, maka Rasulullah berwasiat kepadanya agar tidak marah, berulang ulang sahabat Jariyah menanyakan hal yang sama tapi Rasulullah tetap menjawab dengan jawaban tersebut. Karena marah adalah pangkal kejahatan dan keburukan sedangkan menahan marah adalah pangkal dari segala kebaikan.

Menahan amarah memang sangatlah berat, jarang orang yang biasa melakukannya. Banyaknya pembunuhan, putusnya persahabatan, bercerainya pasangan suami istri, putusnya hubungan kerabat, keluarga lantaran karena tidak bisa menahan amarah ini.

Jika orang sudah marah maka apapun bisa dilakukannya bahkan terkadang bisa melewati batas kemanusiannya. Prilakukanya tidak terkontrol, gelap mata yang yang akhirnya akan membawa penyesalan diakhirnya.

Sebagaimana yang disampaikan oleh imam Alhafizh Ibnu Hajar Al Asqalani, hakikatnya marah itu merupakan sebuah perkara yang dibolehkan karena marah merupakan sifat yang melekat pada diri manusia, namun jika sudah membahayakan diri dan orang lain serta menimbulkan kerusakan maka hukum tersebut akan berubah menjadi haram.

Lalu Kapan Marah itu Diperbolehkan Dalam Islam?


Marah tidak serta merta tidak diperbolehkan. Jika marah ini dilakukan oleh manusia maka akan ada yang terpuji dan ada yang tercela. Marah diperbolekan dalam Islam adalah ketika marah itu karena didasarkam kepada Allah SWT seperti syariat islam dihina, anak enggan mengerjakan shalat dan sebagainya. Sedangkan marah yang tidak diperbolehkan adalah marah yang dilandasi karena kemarahan dan balas dendam.

Tips Dari Rasulullah Agar Tidak Marah


Rasulullah tidak hanya melarang anda marah karena alasan nafsu dan dendam namun Rasulullah juga memberikan tips agar anda tidak mudah marah. Dengan beberapa tips ini insya Allah amarah anda bisa diredam.

1. Langsung Ingat Allah SWT


Jika orang yang dekat dengan Allah dia jarang sekali marah, karena semua perbuatannya yang buruk malu ditunjukkan kepada Allah. Biasanaya mereka akan mudah mengucapkan Istighfar ketika hatinya sudah mulai timbul rasa marah, sehingga pada saat itu juga amarahnya mereda.

Bagi yang belum terbiasa ingat kepada Allah, namun anda ingin terhindar dari sifat marah, perbanyaklah dzikir kepada Allah. Rajinlah mengerjakan shalat, membaca Al-Qur'an dan hadirilah majelis majelis ta'lim dan ilmu. Insya Allah perlahan hati akan lembut dan rasa amarah yang cepat bergejolak perlahan lahan terkikis. Sebagaimana Firman Allah

أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Artinya : Hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram (Qs. ar-Ra’du: 28).

Disamping itu mintalah perlindungan Allah dari godaan syaitan yang selalu mengajak keburukan kepada manusia salah satunya untuk berbuat mengikuti nafsu amarah.

وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ ۚ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar Maha Mengetahui.” (QS. Al-A’raf: 200)


2. Merubah Posisi


Rasulullah dalam hadistnya memberikan tips kepada kita agar merubah posisi. Kalau kita marah dalam keadaan berdiri sambil menunjuk nunjuk orang lain maka duduklah. Kalau marahnya sedang duduk, misalnya anda sedang rapat lalu ada yang membuat anda marah maka berbaringlah. Anda minta izin ke belakang lalu carilah tempat agar anda bisa berbaring. Hal ini sesuai dengan Hadist Rasulullah SAW.

إِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ وَهُوَ قَائِمٌ فَلْيَجْلِسْ ، فَإِنْ ذَهَبَ عَنْهُ الْغَضَبُ ، وَإِلَّا فَلْيَضْطَجِعْ.

Artinya : Apabila seorang dari kalian marah dalam keadaan berdiri, hendaklah ia duduk; apabila amarah telah pergi darinya, (maka itu baik baginya) dan jika belum, hendaklah ia berbaring.

3. Diam


Jika anda akan marah mencobalah untuk diam, ini merupakan salah satu obat manjur untuk menghentikan amarah anda. Diam ini juga akan menyelamatkan anda dari efek akibat marah. Pasalnya jika orang sedang marah maka akan banyak keluar kata kata yang buruk dari mulutnya yang terkadang memancing emosi pihak lainnya hingga tersulutlah api permusuhan. Hal ini sesuai dengan anjuran Rasulullah dalam hadistnya :

إِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْكُتْ.

Artinya : Apabila seorang dari kalian marah, hendaklah ia diam.

4. Berwudhu


Berwudhu juga menjadi obat mujarab saat kita sedang marah. Karena amarah itu diibaratkan dengan bara api panas. Itulah kenapa orang yang marah selalu memerah wajahnya jika anda siram dengan air yang sejuk maka hati anda akan ikut sejuk.

Dari Athiyyah as-Sa’di Radhiyallahu anhu berkata, Rasulullah bersabda:

إِنَّ الْغَضَبَ مِنْ الشَّيْطَانِ وَإِنَّ الشَّيْطَانَ خُلِقَ مِنْ النَّارِ وَإِنَّمَا تُطْفَأُ النَّارُ بِالْمَاءِ فَإِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَتَوَضَّأْ

“Sesungguhnya amarah itu dari setan dan setan diciptakan dari api. Api akan padam dengan air. Apabila salah seorang dari kalian marah, hendaknya berwudhu.” (HR. Abu Daud)

5. Ingatlah Akan Janji Rasulullah SAW Dan Besarnya Pahala Menahan Marah


Tips yang terahir aga kita terhindar dari perbuatan buruk ini adalah dengan mengingat apa yang Allah dan rasulnya janjikan kepada siapa saja yang mampu menahan amarahnya maka insya Allah kita selalu menahan amarah kita.

Dari Mu’adz radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ كَظَمَ غَيْظاً وَهُوَ قَادِرٌ عَلَى أَنْ يُنَفِّذهُ دَعَأهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى رُؤُوْسِ الْخَلاَئِقِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُخَيِّرَهُ مِنَ الْحُوْرِ مَا شَاءَ

“Barang siapa menahan amarahnya padahal mampu meluapkannya, Allah akan memanggilnya di hadapan para makhluk pada hari Kiamat untuk memberinya pilihan bidadari yang ia inginkan.” (HR. Abu Daud).

Rekomendasi Kami