Resah Dengan Money Politic, Guntur Bawean Gelar Panggung Demokrasi - Berita Bawean
Resah Dengan Money Politic, Guntur Bawean Gelar Panggung Demokrasi

Mengusung tema " Jangan kotori keindahan Bawean Dengan Money Politik" Guntur ( Gerakan Untuk Rakyat ) Bawean menggelar acara panggung demokrasi yang bertempat di Alun-alun Sangkapura (Minggu, 3 Februari 2019).

Dengan dimoderatori oleh bapak Sugrianto acara ini dihadiri beberapa calon legislatif diantara, Mardiono (PPP), H.Subki (Demokrat), Akwan (Demokrat), Mayzura (PKB), Bustami Hazin (PKB), Wahid Zarkasi (PDIP), Abu Bakar (Golkar), Musa (Nasdem), Kemas Husnul Yakin (PAN), dan Siti Zulaiha (PAN).

Andi Moh Fajrin (23) selaku ketua panitia panggung demokrasi, mengungkapkan acara ini digelar karena keresahan mahasiswa terhadap maraknya money politic yang ada di Bawean. " Kita tahu Moneiy Politic di Bawean seakan akan sudah membudaya, Kita ingin adanya perubahan, saya dan teman teman ingin menghilangkan budaya itu."

Sebenarnya semua calon dari dapil pulau Bawean Kecamatan Sangkapura-Tambak diundangan semua untuk menghadiri acara ini namun yang datang hanya 10 orang, " Semua caleg 36 caleg kita undang , kita ingin tahu komitmen mereka namun yang datang 10 orang saja, kita bisa lihat siapa yang komitment ingin memajukan Bawean ". Imbuhnya

Beberapa hadirin yang hadir menanyakan bermacam hal termasuk komitmen para celeg untuk mengatasi berbagai macam permasalahan yanga ada di Bawean. Salah satunya yang ditanyakan oleh fendy dari PMB Bawean yang bertanya tentang masalah pertanian, tentang kelangkaan dan mahalnya harga pupuk yang ada di Bawean. Ada juga yang menanyakan tentang masker dan permasalahan transportasi.

Para calon legislatif menyatakan siap mengawal beberapa masalah tersebut salah satunya Abdul Wahid Caleg dari PDIP, dengan tegas mengungkapkan bahwa jika terpilih dirinya siap mengawal kepentingan masyarakat Bawean " kita akan melaksanakan fungsi legislasi dengan semaksimal mungkin terutama dalam menyusun RAPBD, kita benar akan mengusung aspirasi masyarakat Bawean termasuk mengawal kebijakan Bupati kabupaten Gresik".

Senada dengan Wahid, Musa Caleg dari Nasdem dirinya siap mengawal kepentingan rakyat khususnya pertanian." Saya akan mengawal semua aspirasi masyarakat Bawean, di pertanian terutama, saya sudah membuktikannya, dan sudah melakukan uji coba."

Namun beda halnya dengan H. Subki calon legislatif dari partai Demokrat yang pernah menjadi anggota DPRD kabupaten Gresik periode tahun lalu, menurutnya menjadi seorang legilatif tidak bisa seenaknya menentukan kebijakan sendri harus kolektif dibahas dengan fraksi lainnya, namun dirinya tetap komitemen melanjutkan apa yang sudah dilakukannya seperti salah satunya pemerataan signal di Bawean dan masalah transportasi, "Transportas kalau kita tidak kawal maka akan lumpuh, Bawean kan tergantung pada transportasi".

Terkait tema diatas seluruh para caleg yang hadir sepakat untuk menolak adanya money politik, Namun mereka menghimbau kepada masyarakat agar tidak mendorong para caleg melakukan itu dengan menghilangkan pemikiran tidak akan mencolos kalau tidak ada sesuatunya.

Resah Dengan Money Politic, Guntur Bawean Gelar Panggung Demokrasi

Resah Dengan Money Politic, Guntur Bawean Gelar Panggung Demokrasi

Mengusung tema " Jangan kotori keindahan Bawean Dengan Money Politik" Guntur ( Gerakan Untuk Rakyat ) Bawean menggelar acara panggung demokrasi yang bertempat di Alun-alun Sangkapura (Minggu, 3 Februari 2019).

Dengan dimoderatori oleh bapak Sugrianto acara ini dihadiri beberapa calon legislatif diantara, Mardiono (PPP), H.Subki (Demokrat), Akwan (Demokrat), Mayzura (PKB), Bustami Hazin (PKB), Wahid Zarkasi (PDIP), Abu Bakar (Golkar), Musa (Nasdem), Kemas Husnul Yakin (PAN), dan Siti Zulaiha (PAN).

Andi Moh Fajrin (23) selaku ketua panitia panggung demokrasi, mengungkapkan acara ini digelar karena keresahan mahasiswa terhadap maraknya money politic yang ada di Bawean. " Kita tahu Moneiy Politic di Bawean seakan akan sudah membudaya, Kita ingin adanya perubahan, saya dan teman teman ingin menghilangkan budaya itu."

Sebenarnya semua calon dari dapil pulau Bawean Kecamatan Sangkapura-Tambak diundangan semua untuk menghadiri acara ini namun yang datang hanya 10 orang, " Semua caleg 36 caleg kita undang , kita ingin tahu komitmen mereka namun yang datang 10 orang saja, kita bisa lihat siapa yang komitment ingin memajukan Bawean ". Imbuhnya

Beberapa hadirin yang hadir menanyakan bermacam hal termasuk komitmen para celeg untuk mengatasi berbagai macam permasalahan yanga ada di Bawean. Salah satunya yang ditanyakan oleh fendy dari PMB Bawean yang bertanya tentang masalah pertanian, tentang kelangkaan dan mahalnya harga pupuk yang ada di Bawean. Ada juga yang menanyakan tentang masker dan permasalahan transportasi.

Para calon legislatif menyatakan siap mengawal beberapa masalah tersebut salah satunya Abdul Wahid Caleg dari PDIP, dengan tegas mengungkapkan bahwa jika terpilih dirinya siap mengawal kepentingan masyarakat Bawean " kita akan melaksanakan fungsi legislasi dengan semaksimal mungkin terutama dalam menyusun RAPBD, kita benar akan mengusung aspirasi masyarakat Bawean termasuk mengawal kebijakan Bupati kabupaten Gresik".

Senada dengan Wahid, Musa Caleg dari Nasdem dirinya siap mengawal kepentingan rakyat khususnya pertanian." Saya akan mengawal semua aspirasi masyarakat Bawean, di pertanian terutama, saya sudah membuktikannya, dan sudah melakukan uji coba."

Namun beda halnya dengan H. Subki calon legislatif dari partai Demokrat yang pernah menjadi anggota DPRD kabupaten Gresik periode tahun lalu, menurutnya menjadi seorang legilatif tidak bisa seenaknya menentukan kebijakan sendri harus kolektif dibahas dengan fraksi lainnya, namun dirinya tetap komitemen melanjutkan apa yang sudah dilakukannya seperti salah satunya pemerataan signal di Bawean dan masalah transportasi, "Transportas kalau kita tidak kawal maka akan lumpuh, Bawean kan tergantung pada transportasi".

Terkait tema diatas seluruh para caleg yang hadir sepakat untuk menolak adanya money politik, Namun mereka menghimbau kepada masyarakat agar tidak mendorong para caleg melakukan itu dengan menghilangkan pemikiran tidak akan mencolos kalau tidak ada sesuatunya.

Rekomendasi Kami