Skip to main content

Mengenal Tradisi Orang Meninggal Dunia Di Pulau Bawean

Beritabawean.com - Luasnya wilayah negara Indonesia melahirkan masyarakat yang majmuk dalam berbagai segi, utamanya dalam segi tradisi turun temurun dari nenek moyangnya. Indonesia terkenal kaya akan tradisi. Hampir setiap daerah memiliki tradisi yang berbeda dengan daerah lainnya. Contohnya jika ada yang warga yang meninggal dunia. Masing masing daerah memiliki tradisi tersendiri yang berbeda beda. Biasanya tradisi yang ada mayoritas dipengaruhii agama kepercayaan di wilayah tersebut.

Mengenal Tradisi Orang Meninggal Dunia Di Pulau Bawean


Pulau Bawean merupakan salah satu daerah yang memiliki tradisi tersendiri terhadap warga yang meninggal dunia. Bahkan tradisi ini tidak selesai hingga prosesi pemakaman selesai tapi hingga 3 tahun lamanya. Kultur masyarakat penganut 100 % Islam tentunya tradisi di pulau Bawean tidak jauh dari ajaran ajaran yang telah di sampaikan dalam Islam walaupun ada tradisi yang tidak ditemui dalam ajaran Islam namun tetap tidak lepas dari jalur yang dibolehkan dalam ajaran Islam itu sendiri.

Nah, pada artikel ini kami akan memaparkan tradisi yang biasa dilakukan masyarakat pulau Bawean terhadap jika ada salah satu orang yang meninggal dunia. Tujuannya tak lain adalah untuk menjaga tradisi tersebut tetap lestari selain itu untuk memberitahukan kepada publik bagaimana tradisi " Orang Meninggal Dunia" yang ada pulau Bawean.

Mengenal Tradisi Orang Meninggal Dunia Di Pulau Bawean


1. Tradisi Pengurusan Jenazah


Jika ada yang meninggal dunia, maka kewafatan orang tersebut akan diumumkan di Mushalla atau di Masjid dengan tujuan masyarakat mengetahui. Tanpa di komando maka sebagian masyarakat akan datang ke rumah duka dan melakukan pengurusan jenazah dari memandikan hingga mengkafani. Di beberapa tempat ada tradisi yang unik pentakziyah perempuan dari wilayah setempat membawa beras yang di taruh dalam wadah dan diberi uang 1000 hingga 2000 rupiah ke rumah duka.

Sebagian masyarakat lainnya utamanya yang masih muda datang ke kuburan untuk menggali kubur. Budaya gotong royong yang tinggi membuat masyarakat berduyun datang ke kuburan untuk ikut menggali kuburan. Tanah kuburan di pulau Bawean rata rata adalah tanah wakaf. Masyarakat bebas memilih tempat di area yang masih kosong di mana akan memakamkan orang yang meninggal  tanpa dipungut biaya seperpun.

Baca Juga : Tidak Hanya Terindah, Ini 6 Fakta Lain Rusa Bawean Yang Harus Anda Tetahui

2. Prosesi Pemakaman


Jika jenazah sudah selesai dikafani maka kerabat dan sanak saudara mengaji di sekitar mayyit tersebut menunggu datangnya keranda yang akan membawa jenazah ke pemakaman. Jika keranda sudah datang maka jenazah akan di letakkan di dalam keranda lalu di shalatkan dirumah tersebut atau di shalatkan di Masjid. Setelah selesai lalu jenazah di bawa ke pemakaman untuk di kuburkan. Setelah selesai di makamkan lalu di bacakan talqin.


3. Selamatan Bongkar Bumi


Setelah selesai pemakaman maka pentakziyah diminta datang ke rumah duka untuk syukuran yang diisi dengan tahlilan. Ini dilakukan sebagai syukuran telah selesainya pengurusan janazah atau yang lebih dikenal dengan selamatan " bongkar bumi ".

4. Tahlilan 3 Hari Hingga 7 Hari


Pada malam harinya keluarga duka menggelar tahlilan untuk mendoakan orang yang meninggal, tahlilan ini ada yang mengadakan selama 3 hari dan adapula yang melaksanakan hingga 7 harinya.

5. Nyekar / Ziarah hingga 40 Hari


Tradisi ini dilakukan keluarga orang yang meninggal dengan mendatangi/ziarah ke makam keluarganya yang meninggal untuk mendoakan sambil menyiram kuburannya dengan air. Tradisi dilakukan hingga 40 hari sejak mayyit di kuburkan.

6. Tadarus hingga 40 hari


Setiap malam di rumah duka akan menggelar tadarusan membaca Al-Quran bergantian layaknya yang biasa dilakukan di bulan Ramadhan. Tadarusan ini biasanya dilakukan di kamar dimana orang tersebut meninggal dan tuan rumah menyediakan hidangan makanan. Masyarakat yang laki laki datang berduyun ke rumah duka untuk ikut tadarusan. Di zaman dulu tadarusan ini dilakukan dari mulai isya hingga tengah malam namun seiring dengan perkembangan zaman saat ini jam 9 sudah selesai. Ada juga yang membayar orang untuk tadarus di kuburan atau di rumah duka hampir 12 jam selama 7 hari atau hingga 40 hari.

Baca Juga : 4 Orang Terkenal Ini Ternyata Keturunan Bawean, Pengakuannya Bikin Heboh !

Tradisi tadarusan ini umum dilakukan hampir diseluruh pulau Bawean namun ada sebagian dusun yang agak berbeda selain tadarus ada tradisi lain yaitu " Melle Melle " yaitu warga bermai ramai datang kerumah duka dengan melakukan banyak hal seperti permainan dan sebagainya dengan tujuan menemani keluarga agar tidak terlalu sedih.

7. Jum'atan


Sebagaian wilayah ada istilah Jumat'an yaitu tradisi pembacaan hatmil Qur'an yang diiringi tahlilan tiap malam jum'at. Tradisi ini dilakukan hingga 40 hari lamanya yaitu ada 4 hingga 5 jum'atan.

8. Selamatan 1 hingga 3 Tahun "Hol"


Setelah orang yang meninggal dapat 1 tahun atau yang dikenal masyarakat dengan istilah "Hol" (Haul), tepat di hari meninggalnya maka akan keluarga kembali mengadakan tahlilan. Tidak hanya 1 tahun tapi selamatan yang sama akan dilakukan pada tahun ke 2 dan tahun ke 3. Setelah 3 tahunnya maka sudah tidak ada lagi tradisi tradisi lainnya.

Bagaimana sudah tahu kan? Saya yakin kalau anda orang Bawean akan akan paham betul bagaimana tradisi " Orang Meninggal Dunia" di pulau Bawean. Namun artikel ini kami peruntukkan buat orang pendatang atau bagi yang ingin mengetahui bagaimana tradisi orang Bawean dalam hal ini. Ada semboyan yang mengatakan " Dimana langit dipijak di situ langit harus dijunjung" artinya dimana anda berada sebaiknya anda menjunjung tinggi budaya fdan tradisi yang ada. Orang bijaksana adalah orang yang luwes/lentur terhadap budaya yang ada selagi itu tidak bertentangan dengan keyakinan dalam agama.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar