Skip to main content

10 Kesalahan Yang Sering Dilakukan Orang Tua Dalam Mendidik Anak Usia Dini

Anak adalah anugerah yang tak terhingga sekaligus amanah yang dititpkan tuhan kepada kedua orang tuanya. Memberikan yang tebaik untuk anak baik itu dalam akademi, bisnis, karir dan moral, merupakan kewajiban bagi kedua orang tua. Tak sedikit orang tua yang melakukan apa pun agar anak menjadi orang yang berguna, khususnya bagi kedua orang tuangaya dan umumnya bagi agama, nusa dan bangsa.

Mendidik anak menjadi pribadi yang baik dan tangguh, bukanlah perkara mudah. Dalam proses panjang tersebut orang tua harus melakukan berbagai pengorbanan untuk masa depan anak. Rumah merupakan sekolah pertama bagi anak. Jadi, sebelum anak mendapatkan pendidikan di sekolah dan masyarakat, si anak harus mendapatkan bekal pendidikan terlebih dahulu dari rumah. 

Namun, pada kenyataannya masih banyak orang tua yang gagal dalam pendidik anak. Terkadang tidak disadari orang tua melakukan suatu kesalahan dalam mendidik anaknya. Sehingga berdampak buruk pada saat ia menginjak usia remaja dan seterusnya. Jika sudah terlanjur salah dalam mendidik anak, maka akan semakin sulit untuk memperbaikinya. Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengetahui hal apa saja yang tidak boleh dilakukan dalam mendidik anak.

10 Kesalahan Yang Sering Dilakukan Orang Tua Dalam Mendidik Anak Usia Dini


Kesalahan yang sering dilakukan orang tua dalam mendidik anak usia dini, sangat berpengaruh terhadap perkembangan psikologinya dalam berbagai aspek kehidupan. Nah, agar kita tidak salah daam mendidik anak, kenali terlebih dahulu hal apa saja yang merupakan kesalan dalam mendidik anak. Dan berikut dibawah ini 10 kunci kegagalan dalam mendidik anak.

10 Kesalahan Yang Sering Dilakukan Orang Tua Dalam Mendidik Anak Usia Dini


1. Terlalu Melindungi


Melindungi anak sudah memang kewajiban orang tua, namun hal itu harus dilakukan dengan perlakukan yang wajar dan tidak terlalu over. Terlalu melindungi anak, hanya akan membuat anak tidak mandiri dan selalu bergantung terhadap orang tua. Ketika anak - anak yang masih dalam proses belajar berjalan misalnya, ada kalanya ia harus merasakan jatuh, agar ia lebih terpacu untuk belajar berjalan. Begitupula ketika anak beranjak dewasa,  biarlah dia belajar memahami kehidupan.

2. Kurang Pengawasan


Kegagalan dalam mendidik anak, memang merupakan mimpi buruk bagi kedua orang tua. Untuk itu kita harus berhati - hati dalam melakukannya. Kesalahan yang sering dilakukan oleh orang tua  adalah kurang pengawasan kepada anak. Jangan pernah membiarkan anak hilang pengawasan dari orang tua, apa lagi saat anak mulai beranjak remaja. 

3. Menumbuhkan Rasa Takut dan Minder Terhadap Anak


Apa yang didapatkan seorang anak ketika usianya masih dini, akan selalu teringat sampai ia beranjak dewasa, misalkan pada saat usia belasan atau 20 tahunan. Menumbuhkan rasa takut dan minder terhadap anak, hanya akan membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang penakut dan tidak mau mengambil resiko.

Misalkan, ketika anak melakukan suatu kesalahan, si orang tua langsung memojokkannya dan menjelaskan seberapa besar dampak yang terjadi akibat kesalahan yang dilakukannya. Kondisi seperti itu akan selalu diingat oleh anak, akibatnya si anak tidak bisa mengambil keputusan sendiri karena takut melakukan kesalahan.

Baca Juga :


4. Membiasakan Anak Hidup Mewah dan Sombong


Hampir semua orang tua ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya dan ingin mewujudkan apa yang ia inginkan. Dalam menyikapi kondisi seperti ini, si orang tua sering melakukan kesalahan. Terkadang orang tua berpikir, jika harta merupakan cara yang paling tepat untuk mewujudkan segala mimpi anak. Jika kondisi ini tidak diiringi dengan pengertian yang diberikan oleh orag tua, maka anak akan tumbuh dengan mengandalkan kemewahan dan kesombongan. 

5. Terlalu Pelit Terhadap Anak


Terlalu pelit terhadap anak, sehingga kebutuhan anak tidak tercukupi dengan baik  juga akan memberikan dampak yang negatif terhadap pertumbuhannya. Kondisi seperti ini akan mendorong anak untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dengan berbagai cara, baik itu mencuri atau meminta belas kasihan terhadap orang lain. 

6. Hanya Memperhatikan Kebutuhan Jasmaninya Saja


Tidak sedikit para orang tua yang mengira bahwa kebutuhan anak hanya sebatas kebutuhan jasmani saja, misalkan memberikan makanan yang bergizi, pakaian yang mewah, pendidikan sampai pada jenajang yang tinggi. Namun, lebih dari itu, kebutuhan rohani tidak kalah pentingnya dari semua itu. Membentuk pribadi anak dengan moral yang baik sangat penting untuk menunjang kehidupannya di masa depan. 

7. Bertengkar Dihadapan Anak


Rasa marah memang sangat wajar dirasakan oleh seseorang, apalagi dalam suatu rumah tangga. Tidak sedikit perbedaan pendapat sering menjadi permasalan dan akhirnya menjadi pertengkaran baik itu antara ayah dan ibu maupun terhadap tetangga. Perilaku orang tua yang demikian sangat mempengaruhi mental anak, terlebih pada anak laki - laki. Jika keadaan tersebut sering dipertontonkan terhadap anak, maka anak akan tumbuh menjadi pribadi yang keras, yang semua permasalahan harus diselesaikan dengan otot. Efek lainnya adalah keadaan tersebut menjadi trauma berkepanjangan bagi si anak.

8. Terlalu Memberikan Kebebasan Terhadap Anak Menonton TV


Memberikan waktu terhadap anak untuk menonton TV atau semacamnya, memang bukanlah suatu larangan. Namun, jika itu dilakukan dengan berlebihan maka akan memberikan dampak negatif terhadap pertumbuhan anak. Kita tidak pernah tau tontonan apa yang ditonton oleh anak, bisa saja dia menonton kekerasa atau berbau porno yang tidak sesuai dengan usianya. Oleh sebab itu, batasi waktu anak dalam menonton tv atau memegang gedget.

9. Menyanjung Anak Secara Berlebihan


Memberikan sanjungan terhadap anak memang merupakan hal yang wajar, bahkan wajib untuk dilakukan. Akan tetapi, jika pujian tersebut terlalu sering dilakuakan untuk si anak, bahkan mengabaikan keburukannya, maka akan mempengaruhi terhadap cara berpikir anak. Jika hal tersebut terus dilakukan, si anak akan mengharapkan pujiak tersebut dari semua orang dan tidak menerima kritikan. Selain itu, si anak akan semena - mena dalam melakukan suatu tindakan, toh orang tua tidak pernah memarahinya.


10. Selalu Berpikir Positif Atas Apa Yang Dilakukan Anak.


Tidak selamanya tindakan anak harus kita dukung dan dilindungi, karena tidak selamnya si anak melakukan suatu perilaku yang positif dan ada kalanya ia melakukan suatu kesalahan. Dalam masalah ini orang tua dituntut lebih bijak dalam menyikapinya. Orang tua harus bersikap lebih terbuka, jika memang salah berikan arahan bagaimana cara menyelesaikannya.

Nah, bagaimana seharusnya dalam mendidik anak? Didiklah anak dengan kasih sayang dan pendidikan moral. Anak adalah harapan bagi orang tua. Jadi, tidak berlebihan jika orang tua menginginkan anak tumbuh lebih baik dari dirinya.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar