Puasa Ayyamul Bidh, Niat Dan Keutamannya

Daftar Isi [Tampil]
Puasa sunnah dalam Islam memang banyak diantaranya ada puasa Ayyamul Bidh, Apa yang dimaksud denga puasa Ayyamul Bidh yaitu dari segi kata  pusa yang dikerjakan pada setiap pertengahan kalender Qamariyah atau Hijriyah yaitu pada tanggal 13, 14, dan 15 kecuali hari Tasyrik pada tanggal 13 bulan Dzulhijjah. Misal pada bulan Desember 2019 ini puasa sunnah ini jatuh pada hari Selasa, Rabu dan kamis pada tanggal 10 hingga tanggal 13.

Puasa ini dikenal juga dengan hari hari putih karena pada tanggal 13,14 dan 15 ini sedang terjadi bulan purnama dan bumi terang benderang. Namun menurut sejarah Islam yang termaktub dalam hadist Nabi yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas bahwa tubuh Nabi Adam pada saat pertama kali diturunkan ke bumi terbakar lantaran karena terkena sinar matahari sehingga tubuhnya hitam dan gosong. Lalu kemudian Allah menurunkan wahu kepadanya untuk melaksanakan puasa selama tiga hari yakni tanggal 13 hingga 15 setelah melaksanakan puasa tersebut tubuh Nabi Adam kembali putih.

Puasa Ayyamul Bidh, Niat Dan Keutamannya


Hal ini berbeda dengan puasa mutih yang familiar dikalangan masayarakat tarikat atau masyarakat jawa yaitu puasa yang hanya mengkonsumsi air putih, nasi putih, buah buahan dan sayur saja saat berbuka puasa. Rasulullah SAW menganjurkan untuk melaksanakan puasa Ayyamul Bidh pada saat bepergian maupun tidak bepergian sebagaimana sabdanya :

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُفْطِرُ أَيَّامَ الْبِيضِ فِي حَضَرٍ وَلَا سَفَرٍ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada ayyamul biidh ketika tidak bepergian maupun ketika bersafar.” (HR. An Nasai no. 2347. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Puasa Ayyamul Bidh, Niat Dan Keutamannya


Niat Puasa Ayyamul Bidh


Untuk tatacara pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh tidak ada bedanya dengan pelaksanaan puasa sunnah atau wajib lainnya hanya berbeda dalam niatnya saja untuk pelaksanaan tetap menahan dari hal yang membatalkan puasa dari sejak terbitnya fajar hingga tergelamnya matahari. Berikut ini lafadz niat puasanya :

نَوَيْتُ صَوْمَ اَيَّامَ اْلبِيْضِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu Sauma Ayyaamal Bidh Sunnatan Lillaahi Ta'ala.

Artinya: "Saya niat puasa pada hari-hari putih (Ayyamul Bidh), sunnah karena Allah ta'ala".

Keutamaan Dan Manfaat Puasa Ayyamul Bidh

Keutamaan Dan Manfaat Puasa Ayyamul Bidh

Setiap puasa sunnah maupun wajib memiliki keutamaan masing sedangkan untuk keutamaan dari puasa Ayyamul Bidh adalah barang siapa yang puasa pada hari hari tersebut secara rutin dalam setiap bulannya maka seperti maka pahalanya sama dengan melaksanakan puasa penuh selama satu tahun. Tentunya bagi orang awal untuk berpuasa satu tahun penuh sangatlah sulit maka dengan berpuasa Ayyamul Bidh kita bisa sudah bisa mendapatkan pahalanya.

Terkait dengan keutamaan puasa sunnah ini sebagaimana yang terdapat dalam hadist :

وَإِنَّ بِحَسْبِكَ أَنْ تَصُومَ كُلَّ شَهْرٍ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ فإن لك بِكُلِّ حَسَنَةٍ عَشْرَ أَمْثَالِهَا فإن ذلك صِيَامُ الدَّهْرِ كُلِّهِ

Artinya: "Sungguh cukup bagimu berpuasa selama tiga hari dalam setiap bulan, sebab kamu akan menerima sepuluh kali lipat atas setiap kebaikan yang kau lakukan. Maka dari itu, puasa Ayyamul Bidh sama dengan berpuasa setahun penuh,".

Selain mendapatkan keutamaan tersebut orang yang berpuasa tentunya akan lebih sehat, sebagaimana yang disampaikan Rasulullah SAW bahwa puasa itu dapat menyehatkan. Dalam dunia sehatan puasa dapat melakukan detoktifikasi atau pembuangan racun dalam tubuh melalui keringat, urine atau melalui buang air besar. Selain itu puasa juga memiliki manfaat untuk meningkatkan imunitas dalam tubuh.

Manfaat lainnya tubuh akan melakukan regenerasi sel yang rusak dengan yang baru ketika orang melaksanakan puasa. Dengan melakukan puasa juga mengistirahatkan saluran pencernaan yang tidak pernah berhenti beroprasi dalam setiap harinya. Tentunya jika mesin beroprasi setiap hari suatu saat akan mengalami kerusakan. Demikian juga dengan pecernaan manusia, jika dipaksa untuk bekerja terus menerus maka suatu saat akan terjadi masalah.

Baca Juga : 9 Hal Membatalkan Puasa Lengkap Dengan Penjelasannya

Bolehkan Puasa Ayyamul Bidh Tidak Berurutan ?

Kita memang disunnahkan untuk berpuasa dalam satu bulan 3 hari hari apa saja, diawal bulan, tengah bulan atau di akhir bulan atau masing masing 10 di awal sepuluh di tengah atau sepuluh di akhir tidaklah masalah. Ada keleluasan untuk melaksanakan kapan saja yang penting 3 hari setiap bulannya. Namun yang paling utama adalah berpuasa pada Ayyamul Bidh.

Siti Aisyah mengatakan, “Apakah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa tiga hari setiap bulannya?” ‘Aisyah menjawab, “Iya.” Mu’adzah lalu bertanya, “Pada hari apa beliau melakukan puasa tersebut?” ‘Aisyah menjawab, “Beliau tidak peduli pada hari apa beliau puasa (artinya semau beliau).”

Lalu bolehkan puasa Ayyamul Bidh tidak berurutan ? Sebenarnya berpuasa setiap bulan sebagiaman penjelasan diatas boleh dilakukan kapan saja boleh berselang, boleh berurutan hal ini sudah diperkuat apa yang disampaikan oleh istri Nabi Siti Aisyah. Namun itu bukanlah Ayyamul Bidh karena puasa ini khusus dilaksanakan pada waktu terang bulan yaitu 13, 14, dan 15.

Lalu Bagaimana Jika Puasa Ayyamul Bidh Jatuh Pada Hari Jum'at ?


Nah banyak juga yang menanyakan, lalu bagaimana jika puasa Ayyamul Bidh itu salah satu harinya jatuh pada hari jum'at. Kita semua sudah tahu bahwa Rasulullah SAW melarang berpuasa pada hari Jum'at terkecuali jika kita melaksanakan puasa sebelumnya atau sesudahnya.

Mengapa Rasulullah SAW melarang ? karena hari Jum'at adalah adalah ahri rayanya umat Islam. Dari jelas bahwa berpuasa di hari Jum'at untuk puasa sunnah Ayyamul Bidh boleh saja karena kita akan melaksanakan puasa secara berurutan. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW.

Baca Juga : Keutamaan Dan Manfaat Puasa Senin Kamis Dalam Islam

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallaahu 'Anhu, Nabi Shallallaahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

لَا يَصُمْ أَحَدُكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ إِلَّا أَنْ يَصُومَ قَبْلَهُ أَوْ يَصُومَ بَعْدَهُ

Artinya : "Janganlah salah seorang kalian berpuasa pada hari Jum’at kecuali jika ia berpuasa satu hari sebelumnya dan satu hari sesudahnya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Demikianlah penjelasan kami tentang Ayyamul Bidh, semoga kita bisa melaksanakannya sehingga bisa mendapatkan keutamaan sebagaimana yang telah dijelaskan diatas. Walaupun Puasa Ayyamul Bidh merupakan puasa sunnah namun beberapa hal yang membatalkan puasa dan pahalanya hendaknya tetap di jaga agar puasa kita sempurna dan diterima oleh Allah SWT.

Selain mendapatkan keutamaan keutamaan yang telah Allah dan Rasulnya janjikan dan orang yang melaksanakan puasa akan medapatkan kebahagiaan, yaitu kebahagiaan saat berpuka puasa dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Allah SWT kelak di hari pembalasan.

Baca Juga :