Orang Bawean Ada Yang Berstatus ODP, Apa Itu ODP ?

Informasi terbaru pertanggal 26 April 2020 yang dikeluarkan oleh kabupaten Gresik terkait data penyebaran virus corona di wilayah kabupaten Gresik. Tercatat dalam data tersebut bahwa ada 11 orang dengan status ODP asal pulau Bawean, 4 orang asal kecamatan Sangkapura dan 7 orang asal kecamatan Tambak. Ditengah mengganasnya virus corona di Indonesia tentunya kabar ini mengejutkan masyarakat Bawean dan membuat masyarakat kawatir dan takut.



Namun jangan keburu panik berlebihan, kita pahami dulu apa makna status ODP terkait dengan virus corona. ODP ini memang istilah yang muncul seiring dengan mewabahnya virus corona di Indonesia. Apa maknanya ? kami kutipkan dari beberapa penjelasan yang kami ambil dari beberapa sumber yang terpercaya.

Menurut situs Posko Tanggap Virus Corona Pemprov DKI Jakarta, yang dimaksud dengan ODP adalah Orang Dalam Pemantauan virus corona. Yang masuk kategori ODP adalah orang yang mengalami gejala demam lebih dari 38 derajat celcius atau ada riwayat demam atau ISPA tanpa pneumonia. dan orang tersebut memiliki riwayat perjalanan ke negara yang terjangkit pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala. (detik.com)
Menurut Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan-salah satu RS rujukan kasus virus corona, Rita Rogayah, ODP adalah orang dalam pemantauan, biasanya memiliki gejala ringan seperti batuk, sakit tenggorokan, demam, tetapi tidak ada kontak erat dengan penderita positif. Orang dengan status ODP biasanya tidak perlu rawat inap di rumah sakit tetapi akan diminta untuk melakukan isolasi secara mandiri di rumah setidaknya selama 14 hari hingga kondisi membaik. ( Tirto.id)


Secara defini dari 2 sumber  terpercaya ini bisa diambil kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan ODP adalah orang dalam pantauan yang memiliki gejala gejala ringan yang mirip dengan gejala corona seperti demam, batuk, sakit tenggorokan dan 14 hari sebelumnya orang tersebut memiliki riwayat perjalanan dari negara atau daerah yang terpapar virus corona tapi orang tersebut tidak memiliki riwayat kontak langsung dengan pasien positif corona. Untuk lebih lengkapnya anda bisa membaca artikel lainnya tentang istilah istilah terkait virus corona

Menghadapi status ini tidaklah perlu panik berlebihan, tetap ikuti anjuran dari pemerintah untuk selalu diam di rumah, jika tidak memiliki kepentingan yang sangat mendesak sebaiknya tidak keluar dari rumah. Kalaupun anda harus keluar rumah pakailah masker dan siapkan hand sanitizer, setelah sampai rumah cucilah tangan dengan sabun atau lebih bagusnya berwudhu'. Jangan meremehkan wabah ini, sayangi dirimu dan keluargamu.
LihatTutupKomentar
Cancel