Heboh Huru Hara 15 Ramadhan 2020, Ini Jawaban Syech Aba Abrar Al-Muqaddam

Daftar Isi [Tampil]
Akhir-akhir ini beredar informasi di masyarakat yang menyatakan bahwa apabila tanggal 15 Ramadhan jatuh pada hari jumat maka akan terjadi huru hura yang dahsyat. bahkan ada pula yang menyatakan bahwa huru hara tersebut adalah hari kiamat. Seringkali saya mendapat pertanyaan tentang ini, bahkan ada seorang mahasiswa yang bertanya bagaimana pandangan orang sufi menyikapi hal demikian?

Heboh Huru Hara 15 Ramadhan 2020, Ini Jawaban Syech Aba Abrar Al-Muqaddam


Maka santai saja saya jawab, kalau pertanyaannya bagaimana sikap orang sufi?singkat saja, orang sufi itu disebut sebagai Ibnu waqtih (Anak zamannya )yang berarti selalu memenuhi hak-hak waktu bahkan dalam limit terkecilpun (setiap detik dan hembusan nafas) selalu tersambung bersama Allah dengan selalu mengikuti murod (kehendak Allah) pada setiap waktu dan keadaan tanpa sedikitpun alpa.

Jadi jangankan masih 15 Ramadhan, andai Jumat besokpun (ini pertanyaan sejak Sya'ban lalu), maka mereka tetap pada posisi semula yaitu selalu mengisi waktu dengan tersambung bersama Allah, berserah diri kepada Allah, melakukan kebaikan, meninggalkan keburukan, karena masalah kiamat itu urusan Allah semata, apa faedahnya kita membahas itu yang bukan menjadi wilayah kita, tidakkah lebih berfaedah kita melakukan tugas sepatutnya sebagai hamba dan apa yang menjadi hak waktu?

Bahkan dari berita yang tersebar, mereka menyatakan bahwa informasi ini berasal dari hadis Nabi Muhammad SAW. Lantas apakah memang benar informasi ini berasal dari hadis? Dan kalau memang benar dari hadis Nabi, bagaimana kualitas hadis ini apakah sahih atau daif ?

Memang ada sebuah hadis yang menyatakan informasi demikian. Hadis ini berada dalam kitab Al-Fitan Karya Imam Nu’aim Ibn Hammad yang merupakan salah satu guru Imam Bukhori.

Namun demikian, beberapa ulama menyatakan bahwa kualitas hadis ini adalah DHAIF atau lemah bahkan ada yang berpendapat hadits ini PALSU. Hal ini karena para perawi hadisnya dianggap tidak kredibel, bahkan ada yang dicap sebagai pendusta.  Sehingga informasi hadis ini tidak bisa dijadikan hujjah atau pegangan masyarakat apalagi menyangkut aqidah.

Sedangkan mengenai informasi mengenai huru hara kiamat akan tiba pada hari jumat memang benar demikian. Dan ini berdasarkan hadis Nabi Muhammad yang bersifat futuristik dan sahih secara kualitas.

Namun demikian Nabi Muhammad hanya menyampaikan bahwa kiamat akan terjadi pada hari jumat, dan tidak menyebutkan secara pasti jumatnya kapan. Jadi informasi apabila tanggal 15 Ramadhan jatuh pada hari jumat maka akan terjadi huru hura berupa kiamat tidaklah tepat.

Berikut redaksi hadits yang menyatakan kiamat terjadi pada hari jum'at:

خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ، فِيْهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيْهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ، وَفِيْهِ أُخْرِجَ مِنْهَا، وَلاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ إِلاَّ فِيْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ

Artinya: “Sebaik-baik hari dimana matahari terbit adalah hari Jum’at. Pada hari Jum’at Adam diciptakan, pada hari itu dia dimasukkan ke dalam surga dan pada hari Jum’at itu juga dia dikeluarkan dari Surga. Hari Kiamat tidaklah terjadi kecuali pada hari Jum’at.” (HR.  Muslim no. 854).

KESIMPULAN:

1. STOP menyebarkan berita yang membuat masyarakat ketakutan berlebih, yang padahal isi kabar tersebut jika ditinjau dari agama termasuk cacat dan tidak bisa diamalkan karena menyangkut aqidah.

2. Kiamat memang akan terjadi pada hari Jum'at namun Nabi tidak pernah menyebutkan waktu tepatnya, jadi jangan berijtihad dengan serampangan apalagi hanya cocokologi dengan situasi dan kondisi saat ini.

Wallahu a'lam..

Baca Juga :